Wali Kota Bogor Hadiri Buka Puasa Bersama KAHMI Bogor

Red: Damanhuri Zuhri

Ahad 28 Jun 2015 00:20 WIB

acara buka bersama yang digelar kahmi bogor, sabtu (27/6) Foto: foto: damanhuri zuhri/republika acara buka bersama yang digelar kahmi bogor, sabtu (27/6)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor, Dr Bima Arya, menghadiri acara buka puasa yang digelar KAHMI (Kerluarga HMI) Bogor, Sabtu (27/6). Acara buka puasa yang digelar di kediaman tokoh KAHMI Bogor, Prof Dr Rokhmin Dahuri, juga dihadiri sejumlah tokoh Kota Bogor.

Tampak hadir, Prof Dr Herry Suhardiyanto, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Asep Saifuddin, Rektor Universitas Trilogi, Prof Yoni Kusmaryono, Wakil Rektor 1 Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Abdullah Syam, Balitbang Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Fadil Hasan (INDEF), Dr Luky Adrianto, Kepala PKSPL IPB dan Nurmansyah Tanjung, Sekjen BAMUSI dan tokoh PDI-P.

Sebagai tuan rumah, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengaku sangat bersyukur sebanyak 200 rekannya, bisa menghadiri acara silaturahim buka puasa dan shalat maghrib, Isya dan shalat Teraweh berjamaah.

Menurut Rokhmin Dahuri, silaturahim sangat dianjurkan Rasulullah SAW, karena selain bernilai ibadah kepada Allah SWT, silaturahim juga bisa membawa rizki dan umur panjang bagi pelakunya.

Dosen Universitas Djuanda (Unida) Bogor yang juga ketua Yayasan Dinamika Umat Kemang, Bogor, Ustaz Hasan Basri Tanjung MA menyampaikan taushiyah dan menjadi imam shalat berjamaah.

Penulis buku Karunia tak Ternilai ini menyampaikan tiga nikmat; nikmat material, nikmat sosial dan nikmat spiritual dalam taushiyah yang disampaikan menjelang shalat Isya dan Taraweh berjamaah. ''Nikmat tertinggi adalah nikmat spiritual'' ungkap Ustaz Tanjung.

Wali Kota Bogor, Dr Bima Arya mengapresiasi taushiyah yang disampaikan Ustaz Hasan Basri Tanjung. Menurut Bima Arya, Ustaz Tanjung mengingatkan kita untuk terus menysukuri nikmat. ''Kita tersadarkan kalau kita baru sebatas mensyukuri nikmat material (fisikal) dan belum kepada nikmat spiritual,'' ujarnya.

Artinya, sambung Bima Arya, ada yang salah dengan bangsa ini. ''Semoga Ramadhan yang tengah kita jalani ini, mampu memberikan kesempatan kepada kita untuk mampu mensyukuri nikmat spiritual,'' kata Bima menambahkan.

 

Terpopuler