Muslim Batak Punya Tradisi Marpangir

Red: Didi Purwadi

 Senin 06 Jul 2015 06:16 WIB

Tradisi membersihkan diri di sungai (ilustrasi) Foto: Antara/Maril Gafur Tradisi membersihkan diri di sungai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar masyarakat di Indonesia memilih membersihkan diri di sungai-sungai dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tidak terkecuali dengan masyarakat muslim Batak yang mempunyai tradisi Marpangir.

Sehari sebelum Ramadhan, mereka membasuh seluruh tubuh dengan air rebusan rempah-rempah. Warga memilih melakukannya di lokasi-lokasi pemandian alam.

Seperti dikutip dari Melayuonline, Marpangir berasal dari kata pangir yaitu ramuan dari bahan-bahan alami yang digunakan untuk membersihkan rambut (keramas). Ramuannya terdiri dari limau atau jeruk nipis, daun pandan, dan ampas kelapa yang dilengkapi dengan bunga mawar, bunga kenanga, dan akar wangi.

''Bahan-bahan ini direndam di dalam air (ada juga yang direbus) untuk memperoleh wangi-wangian yang khas yang akan digunakan dalam ritual mandi pangir,'' tulis Melayuonline.

Sejarawan Melayu, Tengku Luckman Sinar, mengatakan tradisi mandi menggunakan bahan-bahan rempah ini sudah ada sejak jaman pra-Islam. Hingga kini sebagian besar masyarakat masih mempraktekkan ritual mandi tersebut dengan tujuan menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Tujuan utama Marpangir adalah membersihkan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa, sehingga ketika mengerjakan ibadah suci tersebut badan, hati, dan pikiran telah bersih.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X