Wanita Paling Berkah Bagi Kaumnya

Rep: C38/ Red: Didi Purwadi

Jumat 26 Jun 2015 18:19 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Republika/Agung Supriyanto Ilustrasi Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekalahan kaumnya dalam Perang Bani Musthaliq mengubah total kehidupan Juwairiyah binti Harits. Putri pemimpin kabilah Musthaliq itu jatuh sebagai tawanan kaum Muslim.

Aisyah ra mengisahkan peristiwa itu dengan sangat indah, sekaligus penuh guratan kecemburuan. Ketika Rasulullah membagi-bagikan para tawanan Bani Musthaliq, kata Aisyah, Juwairiyah binti Harits jatuh ke tangan Tsabit bin Qais bin Syimas, saudara sepupunya.

Juwairiyah kemudian menebus diri dengan membayar secara diangsur. Ia menemui Rasulullah untuk meminta bantuan biaya tebusan atas kemerdekaannya.

Juwairiyah adalah sosok wanita menawan dan pandai bercanda, siapapun melihatnya pasti akan tertarik. Kata Aisyah,"Demi Allah, saat aku melihatnya di pintu kamar, aku merasa tidak suka padanya. Aku tahu, Nabi akan memandang kecantikannya seperti yang aku lihat."

Juwairiyah lalu masuk dan mengatakan pada Nabi,"Wahai Rasulullah, aku Juwairiyah binti Harits bin Abu Dhirar, pemimpin Bani Musthaliq. Aku tertimpa musibah seperti yang engkau ketahui sendiri. Aku jatuh dalam bagian milik Tsabit bin Qais bin Syimasy, dan aku ingin menebus diriku dengan cara membayar diangsur. Aku datang meminta bantuan padamu untuk kemerdekaanku."

Rasulullah balik bertanya,"Ada yang lebih baik lagi untukmu dari permintaan itu?"

"Apa itu, wahai Rasulullah?" tanya Juwairiyah.

"Aku akan melunasi biaya kebebasanmu dan aku akan menikahimu," kata beliau.

"Baik, aku mau," kata Juwairiyah.

Setelah itu tersiar kabar kepada seluruh kaum Muslimin bahwa Rasulullah menikahi Juwairiyah binti Harits. Orang-orang kemudian berkata,"Mereka (Bani Musthaliq) adalah besan-besan Rasulullah." Kaum Muslim pun melepaskan semua tawanan.

Aisyah mengisahkan, dengan pernikahan itu, seratus keluarga dari Bani Musthaliq dimerdekakan. Belum pernah ia mengetahui ada seorang wanita yang membawa berkah begitu besar untuk kaumnya melebihi Juwairiyah. (sumber: Biografi 60 Sahabat Rasulullah terbitan Qisthi Press)

Terpopuler