Pada Ramadhan, Belasan Ribu Muslim Padati Masjid Sunan Ampel

Rep: Andi Nurroni/ Red: Erik Purnama Putra

Jumat 26 Jun 2015 17:33 WIB

Kompleks Masjid Sunan Ampel, Surabaya. Foto: Republika/Tahta Aidilla Kompleks Masjid Sunan Ampel, Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Kawasan Masjid Sunan Ampel di Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata spiritual masyarakat. Khusus pada Ramadhan ini, pengunjung semakin membludak. Ribuan umat Islam dari berbagai pelosok negeri mengunjungi tempat suci tersebut.

Pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel Zeid Mohammad menyampaikan, jika hari-hari biasa tempat tersebut dikunjungi sekitar 3 ribuan orang setiap hari, pada Rumadhan, jumlahnya bisa mencapai empat kali lipat per harinya.

Menurut Zeid, pengunjung berasal dari berbagai berbagai tempat, mulai dari Jawa Timur maupun luar Pulau Jawa. Bahkan tidak sedikit pengunjung dari luar negeri. Zeid menjelaskan, Masjid Agung Sunan Ampel dibangun pada 1396, sebagai tonggak syiar Islam yang dilakukan Sunan Ampel alias Raden Rahmatullah.

Zeid yang merupakan keturunan Sunan Ampel menceritakan, sesepuhnya dikenal sebagai pemuka agama yang mengemas dakwah dengan cara yang praktis dan luwes. Moh limo (lima pantangan), menurut Zied, adalah salah satu falsafah dakwah yang diterapkan untuk merangkul masyarakat yang kala itu masih awam Islam.

Kelima pantangan adalah  tidak minum minuman keras, tidak main judi, tidak berzina, tidak menghisap candu dan tidak mencuri. “Beliau berdakwah mula-mula tidak mengajak orang masuk Islam, tapi mengajak memperbaiki ahlak,” ujar Zeid ditemui di kompleks Masjid Sunan Ampel, Kamis (25/6).  

Atas keberhasilannya menyiarkan Islam, menurut Zeid, Sunan Ampel hingga kini dikenang dan mendapat tempat tersendiri di hati masyarkat. Tak heran, makam Sunan Ampel yang berada persis di belakang Masjid Ampel menjadi jujugan para peziarah.

Di kompleks Masjid Sunan Ampel, menurut Zeid, ada sejumlah peninggalan sejarah yang masih terjaga. Selain makam Sunan Ampel, ada juga saka guru atau tiang utama penyangga masjid dari kayu yang berukirkan bait-bait ajaran Islam. “Selain itu, masih ada juga beberapa gapura dan makam para murid Sunan Ampel,” ujar dia.

Terpopuler