Semarak Ramadhan di Pengungsian Rohingya

Red: Damanhuri Zuhri

Rabu 24 Jun 2015 19:06 WIB

suasana bulan suci ramadhan di pengungsian rohingya yang berada di sekolah ceria dompet dhuafa Foto: dok.dompet dhuafa suasana bulan suci ramadhan di pengungsian rohingya yang berada di sekolah ceria dompet dhuafa

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Ramadhan menjadi momentum yang tepat bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Menebar manfaat dan kebaikan di bulan suci yang penuh ampunan ini menjadi keberkahan tersendiri bagi mereka yang menjalankan dan merasakan kebaikannya.

Begitupun yang dirasakan Dompet Dhuafa, lembaga zakat yang bergerak dalam bidang kemanusiaan ini, ketika membantu ratusan pengungsi Rohingya yang terdampar di wilayah Aceh Timur, berlangsung sejak satu bulan lalu.

Dalam menyemarakkan Ramadhan, Dompet Dhuafa berupaya terus menebar kebaikan. Melalui Disaster Management Center (DMC), Dompet Dhuafa menggulirkan program Sekolah Ceria bagi anak-anak Pengungsi Rohingya.

Tak hanya Ramadhan, program ini sebelumnya rutin dilaksanakan, dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan pendidikan dasar, di antara lain asah keterampilan (kerajinan tangan), mempelajari bahasa (Indonesia dan Inggris), dan kegiatan menarik lainnya.

“Kegiatan rutin Sekolah Ceria ini kita fokuskan di dua titik yakni wilayah Kuala Langsa, dan Bayeun. Sebelum Ramadhan kegiatan ini sudah berlangsung,” ujar Eka Suwandi, Koordinator DMC Dompet Dhuafa, melalui siaran pers yang diterima Republika, Rabu (24/6).

Setiap pagi dan sore, pengungsi berkumpul untuk mengasah kemampuan mereka belajar bahasa. Perlahan tapi pasti, mereka mulai menunjukkan perkembangan. Tiga pekan berlalu, relawan Dompet Dhuafa mendampingi pengungsi Rohingya di Langsa untuk memudahkan pelajaran bahasa.

Pembelajaran bahasa melalui Sekolah Ceria berguna sebagai pemenuhan hak dasar bagi masyarakat etnis Rohingya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Berbulan-bulan terombang-ambing di lautan, jangankan untuk belajar, sekadar mencari makan pun, sulit mereka lakukan.

Indonesia sebagai negara yang bersedia menampung para pengungsi Rohingya juga harus melindungi hak-hak dasar mereka sebagai manusia. Namun, para relawan tak hanya begitu saja mengajar pengungsi. Dompet Dhuafa memberikan pelatihan relawan guru untuk menyiapkan sekolah yang layak bagi masyarakat etnis Rohingya.

“Saat ini kita juga dalam tahap pembangunan Training Center, yang nantinya akan difungsikan untuk pelatihan para relawan, baik relawan Dompet Dhuafa maupun lokal, guna mengasah keterampilan mereka, sebelum digulirkan kepada para pengungsi,” jelas Eka Suwandi menambahkan.

Terpopuler