'Sweeping Silakan, Tapi dengan Cara Bijaksana'

Rep: c 08/ Red: Indah Wulandari

Rabu 17 Jun 2015 13:49 WIB

Sejumlah massa Front Pembela Islam (FPI) meminta kepada pemilik warung untuk menutup dagangannya di pusat pertokoan Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang Sejumlah massa Front Pembela Islam (FPI) meminta kepada pemilik warung untuk menutup dagangannya di pusat pertokoan Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Kepala Jakarta Islamic Centre KH Hudrin Hasbullah mengatakan apabila ada pihak-pihak yang ingin melakukan penertiban atau sweeping jelang memasuki bulan suci Ramadhan, sebaiknya dilakukan dengan cara kekeluargaan.

 

"Sweeping silakan saja, tapi dengan cara bijaksana. Lakukan dialog dengan pendekatan kekeluargaan," kata Kiai Hudrin, Rabu (17/6).

Kiai Hudrin melihat, selama ini ketika sweeping dilakukan saat menjelang Ramadhan, tidak jarang terjadinya aksi kekerasan yang merusak kedamaian umat selama Ramadhan.

Ia kemudian mengingatkan cara Nabi Muhammad SAW menegur beberapa orang yang menyalahi aturan Allah SWT dengan cara yang bijaksana.

Meskipun Rasulullah SAW dimusuhi dan dibenci, akan tetapi dengan kebijaksanaan dan pendekatan yang sangat menyentuh, orang-orang justru dengan sendiri sadar dengan apa yang dikatakan oleh Nabi SAW.

 

"Begitu juga masyarakat kita di Indonesia ini, harus dengan pendekatan kekeualgaan," ujar Kiai Hudrin.

 

Pria yang juga Wakil Ketua PBNU DKI Jakarta ini juga mengimbau agar umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa dengan umat non-Muslim yang tidak berpuasa agar sama-sama saling menghormati satu sama lain.

Kepada yang tidak berpuasa, kata Hudrin harus menghormati agar tidak makan sembarangan di depan orang-orang yang berpuasa.

 

Sementara Muslim yang berpuasa, kata Kiai Hudrin, juga membiarkan warung makan bagi non-Muslim tetap dibuka pada siang hari, agar hak mereka untuk mendapatkan makanan juga dihargai.

 

"Dua-duanya saling menghormati," ujar dia.

Terpopuler