Pemerintah Arab Saudi Pinta Kaum Non-Muslim Hormati Bulan Ramadhan

Rep: C07/ Red: Erik Purnama Putra

Rabu 17 Jun 2015 08:43 WIB

Suasana buka puasa Ramadhan di Arab Saudi. Foto: Thenewstribe.com Suasana buka puasa Ramadhan di Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Dimulainya bulan suci Ramadhan pada Kamis (18/6), pemerintah Arab Saudi mendesak kaum non-Muslim untuk menghormati bulan Ramadhan dengan tidak makan, minum dan merokok di tempat umum.

Setiap tahunnya, Kementrian Dalam Negeri Saudi mengeluarkan pemberitahuan untuk memastikan agar masyarakat dari agama lain memahami dan mematuhi undang-undang negara.

Ramadhan merupakan bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tidak hanya dengan menahan makan, minum, hawa nafsu dan berhubungan suami-istri saja pada siang hari, tetapi juga berusaha untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

"Saya menganggap Ramadhan sebagai waktu terbaik dalam perbaikan spiritual dengan mengendalikan keinginan duniawi saya," kata imigran di Saudi, Saleh Bucay kepada Arab News.

Bucay menambahkan dengan berpuasa juga mengendalikan dirinya dari sifat pemarah, sombong, senang bergosip, suka memfitnah atau mengutuk dan tidak menghargai orang lain.

"Oleh karena itu saya meminta dengan rendah hati kepada sesama ekspatriat (pendatang dari luar negeri) yang tidak puasa untuk lebih menghargai dengan tidak makan atau minum di depan orang yang sedang berpuasa terutama di tempat umum," tegasnya.

Seorang pekerja Filipina, Neil Grajo, mengatakan  bahwa ia juga berpuasa tahun lalu untuk menurunkan berat badan, mengubah beberapa kebiasaan buruk, dan menunjukkan rasa hormat untuk rekan-Muslim di tempat kerja.

"Ramadan bisa menjadi baik untuk negara seperti Filipina di mana merokok dan minum alkohol tersebar luas, yang memang sudah jadi gaya hidup mereka," kata Grajo.

Terpopuler