Puasa Ramadhan, Momen Mempraktikkan Toleransi

Rep: c 83/ Red: Indah Wulandari

Selasa 16 Jun 2015 20:35 WIB

  Sejumlah peserta pawai membawa atribut tulisan menyambut bulan puasa di depan alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/6). (Antara/Yusuf Nugroho) Sejumlah peserta pawai membawa atribut tulisan menyambut bulan puasa di depan alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/6). (Antara/Yusuf Nugroho)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bulan Ramadhan bisa menjadi momen menguatkan sikap saling menghormati dan bertoleransi.

"Iya, kalau setiap orang saling menghormati orang lain kan bagus. Tapi, tidak perlu di paksa-paksa. Dan tidak boleh seseorang memaksa orang lain untuk menghormati dirinya. Tidak boleh," ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof Machasin, Selasa (16/6).

Ia mengatakan, sikap saling menghormati harus diciptakan oleh non-Muslim dan Muslim. Sehingga tidak ada paksaan untuk bertoleransi selama bulan suci Ramadhan.

Salah satu aplikasi toleransi, yakni  umat Islam tidak perlu melakukan sweeping dan memaksa semua warung makan tutup. Sikap saling menghargai yang harus ditunjukkan oleh umat Islam, ujarnya, dengan  tidak melakukan pemaksaan kepada orang yang tidak berpuasa untuk menghargai orang yang berpuasa.  

“Jika melakukan sweeping dan memaksa warung makan untuk tutup itu, artinya tidak menghargai hak orang lain yang sedang tidak berpuasa,” kata Machasin.

Orang yang tidak berpuasa, ujarnya, bukan hanya non-Muslim. Namun, muslim pun juga bisa tidak menjalankan ibadah puasa karena alasan tertentu. Seperti musafir, ibu menyusui, haid (bagi wanita) dan lainnya.

Ia melanjutkan, umat non-Muslim atau yang sedang tidak menjalankan ibadah puasa juga harus menghormati orang yang berpuasa dengan tidak makan dan minum secara mencolok.

Kalaupun ada warung makan yang tetap buka maka makanan dan minuman yang disajikan jangan sampai terlihat secara langsung.  Pengelola warung makan dapat menambahkan kain penutup. Sehingga tidak mencolok dan tidak melecehkan orang yang sedang berpuasa.

"Di bulan Ramadhan ini, semua pihak harus tambah sensitif dan peka terhadap kebutuhan orang lain," katanya.

Terpopuler