Hindari Tradisi dari Pengaruh Negatif

Red: Agung Sasongko

Selasa 16 Jun 2015 07:50 WIB

Tradisi Balimau Foto: Antara Tradisi Balimau

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat setempat agar menjauhi pelaksanaan "tradisi balimau" menyambut Ramadhan dari hal-hal yang berbau negatif.

Mahyeldi mengatakan dia menentang keras kebiasaan "balimau" tersebut dan dianggap menyesatkan masyarakat, selain itu agama juga tidak menganjurkannya. "Balimau tidak ada dianjurkan di dalam Islam, itu bukan budaya kita," kata dia.

Dia mengatakan, balimau tersebut merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat, khususnya di Kota Padang dan Sumbar pada umumnya. Tradisi balimau tersebut dimanfaatkan oleh segelintir orang di tempat-tempat pemandian seperti sungai, kolam renang, dan dan lain-lainnya dengan harapan mensucikan diri sebelum masuknya Ramadhan, lanjut dia.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak akan mempengaruhi pahala puasa, justru malah dapat merusaknya.

Dia mengingatkan niniak mamak (tokoh adat), alim ulama, tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat untuk mengawasi anak dan keponakan sehingga tidak terbawa arus dengan tradisi itu.

Dia menjelaskan jika ingin melakukan "balimau" bukan dengan mandi-mandi di tempat umum melainkan bersilaturrahim dan bermaaf-maafan dengan keluarga, orang tua, tetangga dan karib kerabat. "Dengan bermaaf-maafan akan memperbaiki dan membersihkan hubungan antara kita sebelum memasuki bulan Ramadhan," kata dia.

Salah seorang Warga Padang, Hendri (27) menyambut imbauan Wali Kota tersebut sebab tradisi "balimau" yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat justru kadang bertentangan dengan ajaran agama.

Terpopuler