Konsumsi BBM Saat Puasa Naik

Rep: c84/ Red: Agung Sasongko

Rabu 10 Jun 2015 22:04 WIB

 Petugas mengisi bahan bakar minyak premium di SPBU di Jakarta, Ahad(1/3). Foto: Prayogi/Republika Petugas mengisi bahan bakar minyak premium di SPBU di Jakarta, Ahad(1/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pola konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG pada bulan suci Ramadhan hingga Lebaran dari tahun ke tahun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja memperkirakan pola konsumsi BBM dan LPG pada bulan puasa dan lebaran 2015 ini juga akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Pola konsumsi BBM kita di setiap lebaran, mulai bulan puasa dan H-2 naik besar sekali, namun pada hari H turun," ungkapnya, Selasa (10/6).

Ia menambahkan biasanya pada H+1 dan H+2, konsumsi BBM akan kembali meningkat mengingat banyaknya masyarakat yang berwisata. Sementara untuk solar, Wiraatmaja memprediksi cukup turun drastis pada lebaran lantaran industri ikut libur.

"Dari sisi avtur besar. Puasa mulai naik dan puncaknya bebeerapa hari sebelum lebaran. 1-2 setelah lebaran naik lagi untuk wisata," lanjutnya.

Sementara untuk, LPG, ia memprediksi konsumsinya akan naik tajam menjelang lebaran, namun akan turun pada hari H, dan baru naik kembali dua hari usai lebaran. "Dengan demikian pemerintah harus menyiapkan pasokan cukup untuk menangani pola konsumsi selama puasa dan lebaran," terangnya.

Wiratmadja Puja mengatakan pemetintah akan menambah jumlah premium sekitar 17,8 persen, avtur berkisar 10 persen dan LPG mencapai 5 persen sebagai antisipasi.

Terpopuler