BPOM Diminta Perketat Pengawasan Makanan Jelang Ramadhan

Rep: c 32/ Red: Indah Wulandari

Selasa 09 Jun 2015 05:55 WIB

Staff of Drug and Food Monitoring Agency (BPOM) inspects the meatballs sold in a supermarket in Banten. (illustration) Foto: Antara/Asep Fathulrahman Staff of Drug and Food Monitoring Agency (BPOM) inspects the meatballs sold in a supermarket in Banten. (illustration)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta lebih mengawasi peredaran makanan dan minuman di tengah masyarakat jelang Ramadhan.

"Dengan keterbatasan SDM BPOM dan area pengawasan yang luas, maka BPOM wajib melibatkan masyarakat," kata anggota Komisi IX DPR RI, M. Sarmuji, Senin (8/6).

Ia menilai, menjelang Ramadhan akan banyak makanan yang masuk ke pasar swalayan dan tradisional. Maka, menurutnya, harus melibatkan masyarakat dalam mengawasi makanan.

Maraknya peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat sudah semakin tidak terkontrol. Sehingga Sarmuji mencermati bahwa peran produsen juga dibutuhkan untuk mengawasi peredaran makanan berbahaya tersebut.

 

“Jika masyarakat dan produsen juga turut  mengawasi peredaran makanan berbahaya itu, maka upaya pengawasan yang dilakukan BPOM akan lebih ringan,” jelas politisi Golkar ini.

Terpopuler