Nasi Bulu Disiapkan untuk Lebaran Ketupat

Red: Joko Sadewo

Ahad 03 Aug 2014 09:30 WIB

 Lebaran Ketupat  -ilustrasi- (Agung Fatma Putra/Republika) Lebaran Ketupat -ilustrasi- (Agung Fatma Putra/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Warga Gorontalo mempersiapkan perayaan tradisi lebaran ketupat yang akan digelar pada Senin (4/8) atau seminggu setelah idul Fitri.

Lebaran ketupat dulu merupakan tradisi masyarakat Jawa-Tondano pada hari ketujuh setelah lebaran, namun kini juga dilakukan oleh warga asli Gorontalo.

"Perayaan ini sangat ramai, karena banyak warga dari luar yang berkunjung sekaligus bersilaturahim," kata salah seorang warga Kecamatan Bongomeme, Sawu (48 tahun).

Saat lebaran ketupat, warga berbondong-bondong menuju sejumlah lokasi perayaan seperti di Kecamatan Bongomeme, Isimu, Tabongo, Limboto, dan Limboto Barat di Kabupaten Gorontalo. Tradisi yang sama juga digelar di sebagian wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

Persiapan yang dilakukan warga di antaranya menyediakan bambu untuk memasak nasi bulu dan daun kelapa untuk ketupat. Selain itu warga juga membeli daging, bahkan sebagian menyembelih kambing atau sapi untuk hidangan lebaran ketupat.

Nasi bulu adalah makanan khas berupa beras ketan putih yang dimasak bersama santan dan bumbu bawang, kemudian dibakar dalam bambu. "Kami memasak nasi bulu sebanyak 100 bambu untuk tahun ini, nanti akan dibagikan kepada keluarga atau siapapun yang datang berkunjung," katanya.

Selain itu warga biasanya juga menyediakan makanan lainnya berupa sate, kuah bugis hingga soto untuk menyambut para pengunjung.

Selain makanan, warga juga mendirikan sejumlah panggung untuk tempat hiburan bagi pengunjung yang melintasi jalan di pusat perayaan.

Terpopuler