'Waspadai Pelaku Kejahatan Bius dan Hipnotis'

Rep: edy setiyoko/ Red: Damanhuri Zuhri

Sabtu 02 Aug 2014 15:58 WIB

   Kendaraan pemudik berjalan tersendat di Perempatan Maya, Jalur Pantura, Tegal, Jateng, Jumat (1/8).  (Antara/Oky Lukmansyah) Kendaraan pemudik berjalan tersendat di Perempatan Maya, Jalur Pantura, Tegal, Jateng, Jumat (1/8). (Antara/Oky Lukmansyah)

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN -- Pemudik yang menikmati liburan lebaran di kampung halaman, hingga kini berjuang menempuh perjalanan kembali ke kota, diminta ekstra hati-hati.

Sepanjang perjalanan, para pemudik diminta mewaspadai pelaku tindak kejahatan penipuan dan pembiusan bergentayangan di mana-mana.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkonimfo) Kabupaten Sragen, Heru Martono, Sabtu (2/8), menghimbau pemudik yang menggunakan angkutan umum, seperti bus, kereta api, maupun mobil pribadi, harap ekstra hati-hati selama dalam perjalanan.

Heru Martono mengingatkan para pemudikan agar kewaspadaan tetap terjaga selama perjalanan arus mudik atau arus balik.

Ia meminta, agar pemudik tidak gampang percaya dengan orang yang baru dikenal selama dalam perjalanan. Terlebih lagi, jika ditawari minuman atau makanan.

Tidak menutup kemungkinan ada niat jahat dari orang tersebut untuk memberikan minuman yang sebelumnya sudah dikasih obat bius. ''Itu modus yang sering terjadi untuk melakukan kejahatan pembiusan dan hipnotis,'' kata Heru mengingatkan.

Sebelumnya Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando, juga memberikan himbauan melalui mobil penerangan keliling selama Lebaran.

Mobil penerangan dari Satuan Sabhara Polres Sragen tersebut mendatangi tempat-tempat keramaian, seperti, pusat perbelanjaan, pasar dan terminal untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terjadinya tindak kejahatan.

Mobil penerangan dari Sabhara mendatangi tempat keramaian dan pusat perbelanjaan untuk sekadar memberikan imbauan kepada masyarakat, agar ekstra hati-hati.

Polres Sragen sendiri, tak memiliki data rinci kasus tindak kejahatan pembiusan maupun hipnotis. Sebagian besar korban tidak melapor kasus yang dialami. Korban pesimistis pelaku bisa tertangkap, karena sulit mengidentiifikasi.

Terpopuler