Syawal Momentum Jaga Amanah Iman

Rep: c78/ Red: Agung Sasongko

Kamis 31 Jul 2014 19:00 WIB

Umat Muslim mengikuti shalat ied di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (28/7). Hari ini umat Muslim merayakan Hara Idul Fitri 1435 H berdasarkan hasil sidang isbat oleh Pemerintah. Fotografer : Foto: Republika/Wihdan Hidayat Umat Muslim mengikuti shalat ied di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (28/7). Hari ini umat Muslim merayakan Hara Idul Fitri 1435 H berdasarkan hasil sidang isbat oleh Pemerintah. Fotografer :

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Dewan Syariah Majlis Ulama Indonesia (MUI), Didin Hafidhuddin sepakat, bahwa Syawal harus dijadikan momen menjaga amanah iman. Sebab Ramadhan menghasilkan enam keuntungan di antaranya menjadikan orang yang bersungguh-sungguh menjalanjannya dapat kembali kepada kesucian dan kemenagan.

Makanya, kesucian tersebut hendaknya dipertahankan sampai bertemu lagi Ramadhan selanjutnya. “Indikator orang yang meraih kesucian adalah mereka yang istikomah dalam menjalankan apa yang diperintahkan, bukan hanya di Ramadhan, tapi juga di setiap bulan, mereka menjadi lebih ulet dan semagnat beribadah,” ujarnya.

Syawal, lanjut dia, artinya peningkatan. Maka, keuntungan berikutnya, masyarakat seharusnya bisa semakin jujur dan amanah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Manusia yang sukses menjalankan Ramadhan juga akan semakin tunduk kepada Allah, menjadi Al Munfiqin alias senang berinfaq, peka sosial,  serta mejadi orang yang selalu bertaubat dan beristighfar.

“Bersedekah dan berakat kemudian menjadi gaya hidupnya,” paparnya.

Terpopuler