Pedagang Lingkar Nagreg Berharap Ketiban Rezeki Arus Balik

Rep: c61/ Red: Joko Sadewo

Selasa 29 Jul 2014 17:34 WIB

Situasi di jalan lingkar Nagrek arah Garut-Tasik menuju Bandung. Foto: Republika/Rahmat Santosa Basarah Situasi di jalan lingkar Nagrek arah Garut-Tasik menuju Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT – Setelah pedagang dadakan di Jalur Cagak Nagreg dibanjiri pemudik. Kini giliran pedagang yang berada di Lingkar Nagreg siap maraup untung sebanyak-banyak dari arus balik. Ini karena saat arus mudik Jalur Lingkar Nagreg tidak dilalui oleh pemudik.

Pemudik yang hendak kembali ke kota perantauan mereka, baik dari Tasikmalaya, Ciamis dan Jawa Tengah, harus melalui lingkar Nagreg. Peralihan arah tersebut, untuk mengantisipasi kemacetan di Jalur Nagreg.

Sehingga pedagang yang berada di Jalur Lingkar Nagreg akan dibanjiri oleh pemudik. Salah satunya warung milik Dian Aspira (27 tahun). Ia mengaku saat musim mudik warung milik sepi pengunjung, tidak seramai warung-warung di Jalur Nagreg.

“Dengan adanya arus balik ini, saya berharap banyak pemudik yang mampir,” ujar Dian, saat ditemui diwarung miliknya di Jalur Lingkar Nagreg, Kabupaten Garut.

Dian mengaku dirinya mengaku sangat senang dengan adanya perpindahan jalur pemudik saat arus balik nanti.

Walaupun kini banyak berdiri warung dadakan sepenjang Jalur Lingkar Nagreg, tapi dia tak khawatir. Lantaran pemudik yang melewati jalur tersebut akan jauh lebih padat ketimbang saat arus mudik di Cagak Nagreg.

Hal ini berbanding terbalik dengan pedagang yang berada di Jalur Cagak Nagreg. Di jalur Nagreg hanya dilalui oleh arus dari Bandung menuju Tasikamalayya dan Jawa Tengah.

Namun itu tidak membuat kecewa para pedagang di pinggir Jalan Raya Nagreg. Suwandi (57) misalnya pedagang Mie Bakso. Menurutnya diberlakukannya satu arah cukup adil. Selain itu juga demi kelancaran dan kenyamanan pemudik.

Terpopuler