Pengunjung Pasar Senggol Naik 200 Persen

Red: Mansyur Faqih

Senin 28 Jul 2014 02:05 WIB

Warga memilih aneka bunga hias Foto: antara Warga memilih aneka bunga hias

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Memasuki H-1 Hari Raya Idul Fitri, jumlah pengunjung pasar senggol di Kabupaten Gorontalo Utara, naik 200 persen.

Pengelola pasar tersebut, Yamin Abas mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan di pasar yang mayoritas dipenuhi penjual pakaian dan alat kebutuhan rumah tangga dan bunga hias itu terjadi sejak H-2.

Diprediksi pengunjung di pasar ini mencapai ribuan orang mengingat padatnya lokasi sehingga ruang gerak menjadi terbatas.

"Namanya saja pasar senggol, tak heran jika pengunjung saling senggol berebutan melakukan pembelian," ujar Yamin.

Dia menambahkan, jalur trans-Sulawesi di depan pasar senggol sangat macet meski telah diretas dan dibuat satu arah. Ini lantaran kendaraan becak motor (bentor) memadati badan jalan.

Yamin mengaku, agak kewalahan memantau situasi keamanan dan ketertiban di pasar tersebut. Sehingga terpaksa menggunakan pengeras suara untuk mengimbau pengunjung agar berhati-hati terhadap aksi kejahatan yang rentan terjadi.

Sementara itu, Safrudin, warga Kecamatan Ponelo Kepulauan mengaku, memanfaatkan pasar senggol tersebut untuk memenuhi kebutuhan sandang bagi keluarganya.

"Beruntung pasar senggol telah dibuka di kabupaten ini, sehingga kami tidak bingung lagi untuk membeli pakaian baru maupun perlengkapan shalat," ujarnya.

Ia mengaku, selama ini harus mengeluarkan biaya transportasi cukup mahal sekedar ingin membeli kebutuhan pakaian di pasar senggol yang ada di Kota Gorontalo, sebab jarak yang jauh.

Namun pasar senggol yang difasilitasi pemerintah daerah ini sangat membantunya mendapatkan kebutuhan dengan mudah. Karena jarak tempuh yang sangat dekat dengan wilayah kepulauan.

Terpopuler