Cirebon Antisipasi 'Pasar Tumpah' di Pasar Tegal Gubug

Rep: C85/ Red: Didi Purwadi

Sabtu 26 Jul 2014 15:38 WIB

 Pasar Tegal Gubuk, Arjowinangun, Cirebon, merupakan kawasan yang rawan terjadi kemacetan. Foto: Antara/Zarqoni Pasar Tegal Gubuk, Arjowinangun, Cirebon, merupakan kawasan yang rawan terjadi kemacetan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pasar Tegal Gubug di Cirebon yang terletak tepat di jalur pantura Indramayu-Palimanan kerap kali menjadi biang kemacetan. Pada Lebaran kali ini, pihak kepolisian lebih getol dalam upaya penguraian kemacetan di pasar tekstil terbesar di Jawa Barat ini.

Kapolsek Arjawinangun, AKP Lestiawan, mengatakan kepada Republika Online bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan brimob, Satpol PP, Dishub, dan ormas untuk mengamankan jalur rawan macet ini.

"Macet biasanya karena pedagang nakal di tepi jalan yang berjualan sampai di badan jalan. Untuk itu, kami sudah tertibkan mereka. Tapi pedagang yang di dalam pasar, masih boleh buka,'' katanya.

''Nah, bila pasar tetap buka, maka potensi kemacetan bisa terjadi dari para pembeli yang menyeberang. Antisipasinya dengan membuat jalur penyeberangan khusus. Semua yang mau menyeberang hanya lewat di satu titik dengan bantuan petugas. Tidak boleh ada penyeberang yang semrawut," ujar Lestiawan.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memasang pembatas jalan sebagai tanda larangan parkir baik motor maupun mobil.

"Tegal Gubug adalah isu nasional setiap mudik. Jadi, kami konsenstrasi agar lalu lintas di depan pasar Tegal Gubug esok hari bisa lancar," tambah Lestiawan.

Terpopuler