Wuih... Cikampek-Tegal Sembilan Jam

Rep: debbie sutrisno/ Red: Taufik Rachman

Jumat 25 Jul 2014 23:24 WIB

Kemacetan (ilustrasi) Foto: Republika/ Wihdan Kemacetan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,KARAWANG -- Kendaraan dari Jakarta dan sekitarnya tak hentinya membanjiri gerbang tol Cikampek hingga Jumat (25/7) malam. Arus menuju Jawa Tengah pun akhirnya harus tersendat meski menggunakan jalur tengah maupun selatan.

Dengan kepadatan ini, Kapolda Irjen M. Iriawan menuturkan, kendaraan yang keluar dari GT Cikampek harus menempuh waktu yang cukup panjang untuk mencapai perbatasan Jawa Tengah. "Saya sudah perhitungkan dengan kondisi seperti ini kemungkinan sembilan jam hingga Tegal perbatasan Jawa Tengah," ungkap Iriawan selepas menyisir jalur pantura.

Iriawan menuturkan saat ini kepadatan di GT Cikampek lebih banyak dikarenakan buntut dari  kendaraan yang memarkir mobil di pinggir jalan sehingga mempersempit ruas jalan. Salah satu yang terjadi adalah di kawasan Sukamandi selepas Cikalong.

Selain itu, terdapat beberapa jalan yang berlubang dan kontur aspal yang ditinggikan membuat kendaraan memperlambat laju mereka. Namun selepas daerah ini, laju mulai ramai lancar.

Di jalur tengah, kepadatan terjadi karena adanya penyempitan jalan. Juga banyaknya masyarakat yang hilir mudik menyebrang menjadikan kendaraan lebih berhati-hati menjalankan mobilnya. Hal ini yang membuat kemacetan cukup panjang. "Karena itu saat ini jalur tengah hanya dibuat untuk pengalihan sementara agar tidak menumpuk," lanjut dia.

Jalur selatan sendiri masih terkendala dengan kegiatan masyarakat di wilayah Limbangan, Garut. Selain itu amblasnya jembatan Cibaruyah pun menambah kepadatan di selatan karena jembatan tersebut sebetulnya merupakan jalur utama.

Terpopuler