Tim Sidak Sita Daging tak Layak Konsumsi

Red: Damanhuri Zuhri

Rabu 23 Jul 2014 18:43 WIB

Daging Foto: Antara Daging

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Tim gabungan yang melakukan inspeksi mendadak terhadap daging serta makanan dan minuman di supermarket dan pasar tradisional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu, menyita daging tak layak konsumsi.

Selain menyita daging tak layak konsumsi, tim sidak yang terdiri dari petugas gabungan dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Bagian Perekonomian Setda Kudus, Ketahanan Pangan, Satpol PP, Bagian Hukum Setda Kudus, dan Polres Kudus juga menemukan adanya makanan yang sudah kedaluarsa atau lewat masa berlakunya.

Sejumlah tempat yang menjadi sasaran sidak pertama kali, yakni Pasar Bitingan Kudus, Griya Busana Minimarket di Jalan Jepara-Kudus kilometer 4, kemudian Abbas Swalayan di Jalan KHR Asnawi, dan Pasar Kliwon Kudus.

Dari tempat sidak pertama, tim gabungan menemukan sekitar 2,7 kilogram daging kerbau yang berwarna pucat dan berbau tidak sedap yang diduga tidak layak konsumsi.

Griya Busana Minimarket juga masih ditemukan produk makanan yang sudah lewat masa kedaluwarsanya, meskipun sebelumnya sudah mendapatkan peringatan.

"Pada sidak sebelumnya, di tempat yang sama memang ditemukan produk yang kedaluwarsa," kata Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Arif Budiyanto, di Kudus, Rabu.

Meskipun hari ini ditemukan produk kedaluarsa, kata dia, sudah ada perkembangan, terutama dalam penataan produk yang dijajakan sudah mengikuti imbauan sebelumnya.

Sementara terkait dengan daging yang disita, kata dia, secara fisik sudah bisa dilihat bahwa daging tersebut memang pucat dan tidak layak konsumsi. Dalam waktu dekat, kata dia, sidak akan kembali digelar guna memastikan kepatuhan mereka.

Kasat Binmas Polres Kudus, IPTU Rahmawati Tumulo menambahkan, pedagang daging yang berbuat curang memang perlu ditindak, termasuk pedagang daging di Pasar Bitingan Kudus yang terbukti menjual daging tidak layak juga perlu ditindak.

"Penyitaan daging tersebut sudah benar karena diduga daging tersebut memang tidak layak konsumsi," ujarnya. Ia berharap, konsumen juga jeli dalam membeli daging atau produk manakan dan minuman, terutama batas kedaluwarsanya.

Pemilik Abbas Swalayan, Hermanto mengakui, pegawainya sudah diingatkan untuk selalu mengecek batas kedaluwarsanya setiap hari. "Ternyata, masih saja ada produk yang kedaluwarsanya," ujarnya.

Ia mengakui, bukan atas kesengajaan, melainkan permainan para suplier yang sengaja memasukkan barang kedaluwarsa untuk setiap kartonnya. "Berulang kali melayangkan komplain, namun tidak ada penggantian barang yang kedaluwarsa tersebut," ujarnya.

Terpopuler