Dubes AS Apresiasi Sekolah Gratis Dompet Dhuafa

Red: Damanhuri Zuhri

Senin 14 Jul 2014 20:30 WIB

Kunjungan Dubes Amerika Serikat, Robert Blake (paling kanan) ke SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa di Bogor, Jawa Barat pada Senin (14/7). Foto: dok. Dompet Dhuafa Kunjungan Dubes Amerika Serikat, Robert Blake (paling kanan) ke SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa di Bogor, Jawa Barat pada Senin (14/7).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR —- Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake mengapresiasi program sekolah gratis untuk kaum dhuafa yang dimiliki Dompet Dhuafa.

Apresiasi tersebut disampaikan Blake ketika mengunjungi SMART Ekselensia Indonesia (SMART) Dompet Dhuafa di Bogor, Jawa Barat, Senin (14/7).

Dalam kunjungan di SMART, Blake yang pernah menjadi wakil menteri luar negeri untuk kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah ini meninjau berbagai fasilitas sekolah seperti kelas, perpustakaan, dan ruang multimedia.

Tak hanya mengunjungi berbagai fasilitas di sekolah gratis tersebut, Blake pun sempat berdialog dengan para siswa yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Salah satu penyebab Amerika memiliki middle class (kelas menengah) terbesar di dunia adalah karena fasilitas pendidikan yang sangat baik. Karena itu, saya mengapresiasi fasilitas pendidikan yang ada di SMART Ekselensia Dompet Dhuafa,” ujar Blake.

Blake menyambangi SMART dalam rangka kunjungan persahabatan dan kemanusiaan. Blake diterima langsung Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi dan Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini.

Dalam kesempatan kunjungannya ke SMART, Dubes Blake juga mengatakan, dengan memperbaiki kualitas pendidikan, maka persoalan kemiskinan dapat dientaskan. “Pendidikan adalah langkah awal sebuah bangsa untuk maju,” ujarnya.

SMART merupakan sekolah bebas biaya, unggulan, berasrama, dan akselerasi pertama di Indonesia. SMART memiliki tradisi meluluskan 100 persen alumninya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) terakreditasi A.

Sejak mulai berdiri tahun 2004 hingga tahun ajaran 2013, SMART telah menjaring sebanyak 370 siswa dhuafa yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia.

 

Terpopuler