Legitnya Kurma Medjool Asal Amerika (1)

Red: Chairul Akhmad

Selasa 08 Jul 2014 16:28 WIB

Olahan kurma medjoo. Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang Olahan kurma medjoo.

Oleh: Indira Rezkisari

Teksturnya lebih empuk dibanding kurma Timur Tengah.

Menjelang Ramadhan, ada satu penganan yang diburu sebagai sajian berbuka. Apalagi, kalau bukan kurma. Berbuka dengan kurma menjadi tradisi yang dilakukan setiap Ramadhan.

Buah kurma kaya nutrisi dan gizi. Selain didatangkan dari Timur Tengah, belakangan muncul kurma medjool dari Amerika Serikat. Ukuran kurma medjool lebih besar dari yang lainnya sehingga membuat kurma ini meraih popularitas dalam waktu singkat.

Kafi Kurnia, pakar pemasaran buah, mengatakan, kurma medjool Amerika tumbuh di Padang Pasir Yuma, Arizona. ‘’Bedanya, kurma ini dikemas dalam keadaan segar tanpa balutan gula atau madu, menjadikannya alami dan lebih baik bagi tubuh,’’ kata Kafi saat peluncuran kurma medjool, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Manfaat kurma berderet. Selain indeks glikemiknya rendah, kurma memberi energi tanpa memicu lonjakan gula pada tubuh. Kurma kaya serat makanan, mengandung beragam mineral, seperti kalsium, mangan, tembaga, magnesium, dan zat besi. Tak heran, Rasulullah SAW menyarankan berbuka puasa dengan kurma.

Pasar kurma di Tanah Air tak kalah menarik. Setiap tahun, 17 ribu metrik ton kurma didatangkan dari dunia memenuhi pasar dalam negeri. Nilainya mencapai 20 juta dolar AS. Kurma medjool memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 15 persen.

Dari segi penampilan, kurma medjool jauh lebih besar dibanding kurma lainnya. Satu kurma medjool berukuran dua hingga tiga kurma biasa.

Executive Chef Hotel Dharmawangsa, Vindex Tengker, mengatakan, tekstur kurma medjool berbeda dari kebanyakan kurma yang agak kering. ‘’Dia (kurma medjool) empuk dan legit,’’ katanya menyambung.

Kurma medjool ditemukan di toko buah dan pasar swalayan besar. Harga per kilogramnya mulai dari Rp 250 ribu.

Di negara asalnya, kurma ini tumbuh karena kawasan Padang Pasir Yuma memiliki sungai yang mengalir di bawah tanah.

Syarat berikutnya, hawa di Yuma panas pada siang hari dan dingin pada malam hari. Hawa panas bertujuan agar tanaman kurma berfotosintesis, hawa dingin bertujuan memberi rasa manis pada hasil pohon kurma.

Terpopuler