Bubur India, Menu Iftar Legendaris Masjid Pekojan (2)

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Chairul Akhmad

Selasa 08 Jul 2014 15:39 WIB

Pengurus masjid mempersiapkan beberapa mangkuk bubur India untuk hidangan berbuka puasa, di Masjid Jami Pekojan Semarang, Senin (30/6). Foto: Antara/R Rekotomo Pengurus masjid mempersiapkan beberapa mangkuk bubur India untuk hidangan berbuka puasa, di Masjid Jami Pekojan Semarang, Senin (30/6).

REPUBLIKA.CO.ID, Seusai menunaikan shalat Maghrib, mereka bersama-sama berbuka dengan bekal yang mereka bawa, yakni bubur.

Di Semarang, warga keturunan India memang banyak bermukim di kampung Pekojan dan sekitarnya. ''Inilah awal mula tradisi iftar bubur india di Masjid Jami' Pekojan yang masih kami lestarikan hingga kini pada setiap bulan Ramadhan.''

Seperti bubur pada umumnya, bubur ini pun terbuat dari beras. ''Namun, resepnya unik dan khas,'' kata Achmad Pahlevi, pengurus lain dari Yayasan Wakaf Masjid Jami' Pekojan. Selain beras, bubur ini juga dibuat dengan menambahkan beberapa jenis sayuran seperti wortel, kol, daun bawang, dan seledri.

"Sedangkan, bumbunya terdiri atas kelapa, penyedap rasa, jahe, kayu manis, bawang merah, bawang putih, daun pandan, daun salam, lengkuas, dan serai," jelasnya.

Setiap harinya, kata Achmad, dibutuhkan sebanyak 14-20 kilogram beras dan 20 butir kelapa yang selanjutnya dibuat santan. Untuk mempersiapkan dan memasaknya, diperlukan waktu sekitar 3,5 jam.

"Karena itu, bakda zhuhur, bubur ini sudah mulai dimasak, sementara bumbu dan bahan bakunya dipersiapkan sejak pagi hari.''

Seperti apa cita rasa bubur ini? Rasanya gurih dengan aroma rempah yang cukup tajam. Banyak orang menyebut aroma bubur ini mirip gulai. Saat disajikan, bubur india khas Masjid Jami' Pekojan ditemani segelas susu cokelat hangat dan buah kurma sebagai pencuci mulut.

Bagi orang yang berpuasa, lanjut Achmad, bubur ini merupakan asupan yang sangat baik karena teksturnya lembut. "Semua kebutuhan untuk menyajikan takjil ini ditopang oleh para donatur yang disalurkan melalui Yayasan Wakaf Masjid Jami' Pekojan,"  katanya.

Terpopuler