Berkah Ramadhan Bagi Perajin Bordir Indramayu

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agung Sasongko

Ahad 06 Jul 2014 22:27 WIB

Pengrajin Bordir Foto: Republika/Wihdan Hidayat Pengrajin Bordir

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Ramadhan menjadi bulan istimewa bagi umat muslim, tak terkecuali bagi para perajin bordir di Desa Sukawera, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Betapa tidak, di bulan Ramadhan ini, pesanan baju gamis bordir meningkat tajam dibanding hari biasa.

''Pesanan meningkat hampir 100 persen,'' ujar seorang perajin bordir, Rokhayati, akhir pekan kemarin.

Rokhayati menjelaskan, pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, akibat membludaknya pesanan, saat ini dia sudah menutup pesanan. Rokhayati khawatir, tidak bisa menghasilkan bordir dengan kualitas tinggi jika memaksakan diri menerima seluruh pesanan. Karenanya, demi menjaga kualitas bordir, dia terpaksa membatasi pesanan.

Harga yang ditawarkan pada masing-masing bordiran itu bervariasi, tergantung bahan dan tingkat kerumitannya. Yakni berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 700 ribu per helai baju. Hal serupa juga dialami para perajin bordir lainnya. Pesanan yang meningkat membuat para pekerja mereka bekerja lebih keras.

''Para pekerja sampai ada yang lembur,'' kata seorang perajin bordir, Yuiti.

Baik Rokhayati maupun Yuiti mengaku, mereka terkendala kurangnya mesin dalam pembuatan bordir. Selama ini, mereka masih bekerja secara manual.

Kondisi itu membuat produksi bordir yang mereka hasilkan, secara kuantitas, masih lebih sedikit dibanding perajin bordir dari daerah lain, terutama Tasikmalaya. Namun secara kualitas, produk bordir mereka tidak kalah dibanding bordir dari daerah lain.

Terpopuler