Pedagang Iftar Musiman Membanjir (1)

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Chairul Akhmad

Kamis 03 Jul 2014 12:02 WIB

Sejumlah petugas dari Balai Besar POM (BBPOM) mengambil sampel makanan takjil yang untuk diuji apakah mengandung formalin dan pewarna tekstil. Foto: Antara/Eric Ireng Sejumlah petugas dari Balai Besar POM (BBPOM) mengambil sampel makanan takjil yang untuk diuji apakah mengandung formalin dan pewarna tekstil.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Ramadhan memberi berkah tersendiri pada sejumlah pedagang musiman. Salah satunya adalah pedagang iftar atau makanan untuk berbuka puasa.

Hampir di semua daerah, pedagang iftar musiman ini mendadak kebanjiran pembeli, terutama pada saat ngabuburit atau menjelang waktu berbuka.

Di Tasikmalaya, misalnya, pedagang iftar bisa ditemui di Alun-Alun Kota Tasikmalaya. Pasar musiman ini mulai ada pada siang dan kian ramai menjelang sore. Dalam waktu kurang dari lima jam, para pedagang pun akan mendapat keuntungan fantastis.

Siti Hamidah (41 tahun), salah satu pedagang menu iftar, mengaku meraup omzet sekitar Rp 2 juta dalam waktu kurang dari lima jam.

Dia baru berjualan dua hari lalu, tapi keuntungan yang didapatnya sudah lebih dari cukup. ''Saya berjualan hanya pada Ramadhan, tapi keuntungan yang didapat bisa puluhan juta selama puasa,'' ujar Siti.

Pada Ramadhan sebelumnya, bahkan dua tahun lalu, dia mengaku meraup keuntungan hingga Rp 35 juta. Di samping mendapatkan keuntungan, dia pun berharap mendapatkan pahala dari usahanya itu karena membantu memfasilitasi warga berbuka puasa.

 

Siti berjualan mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang azan Maghrib. Menu iftar yang dijualnya beragam. Mulai dari aneka gorengan, seperti risol, bakwan, berbagai macam kolak, serta nasi bungkus. Menu yang paling laku dijualnya adalah kolak. Dia menjual aneka penganan itu dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 500 hingga Rp 8.000.

Kemeriahan Ramadhan juga terlihat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jawa Timur. Selama Ramadhan, masjid ini mengadakan bazar yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk fashion.

Kepala Bagian (Kabag) Usaha MAS Hendro Tjahjono mengatakan, bazar kali ini diadakan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pihaknya berinisiatif mengadakan bazar yang memang rutin diadakan setiap tahun.

''Bazar tahun ini menjual barang-barang fashion, seperti baju Muslimah, kerudung, produk otomotif, hingga makanan kuliner,'' katanya kepada Republika, Selasa (1/7).

Hendro mengatakan bahwa bazar kali ini diikuti 150 stan. Bazar diselenggarakan di luar pagar MAS Surabaya mulai 26 Juni 2014 sampai 23 Juli 2014. Pelaksanaan bazar hanya akan dihentikan sementara saat pemilihan umum presiden (pilpres) pada 9 Juli.

Terpopuler