Berburu Iftar di Lembah UGM (2)

Red: Damanhuri Zuhri

Rabu 02 Jul 2014 13:28 WIB

Universitas Gadjah Mada Foto: en.wikipedia.org Universitas Gadjah Mada

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nur Aini

Makanan yang dijajakan sangat khas anak muda dengan harga terjangkau.

Lembah UGM merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mencari makanan buka puasa, jadi strategis sekali untuk berjualan, katanya kepada Republika, Ahad (29/6).

Lantas, mengapa Rifki memilih berjualan es buah? Alasannya sederhana, karena membuatnya gampang. Ia tinggal mencampur aneka buah, seperti mangga, blewah, melon, kelapa kopyor, alpukat dengan air, sirup, susu, dan es. Jadilah, es buah segar yang siap dinikmati sebagai pelepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Pada hari pertama berjualan, Sabtu (28/6), ia hanya bisa menjual 14 kemasan es buah. ''Kemarin (Sabtu) masih sepi,'' tutur Rifki.

Hal senada diakui penjual lainnya, Agus Purwanto. ''Saya jualan sejak kemarin (28/6), tapi masih sepi. Sekarang (29/6), sudah ramai,'' kata pria berusia 46 tahun itu semringah.

Seperti halnya Rifki, Agus pun menjual minuman segar dengan bahan utama buah-buahan. Sop buah dan es teler buatan Agus dijual Rp 6.000 per kemasan.

Berjualan di kawasan UGM sejak 1986, Agus mengatakan, pasar makanan takjil di kawasan lembah ini memberi berkah tersendiri baginya. Betapa tidak, setiap harinya ia mampu mengantungi omzet hingga Rp 600 ribu.

Jenis sajian dingin lain yang laris manis di lembah UGM adalah es pisang ijo. Sajian khas Makassar ini dijajakan dengan harga sekitar Rp 5.000 per kemasan.

Lantaran laris, Ganef Eko yang sehari-hari berjualan stiker, memilih ganti profesi menjadi pedagang es pisang ijo di lembah UGM saat Ramadhan.

Terpopuler