Puasa Pertama, Omzet Penjualan Kurma Meningkat

Red: Bilal Ramadhan

Ahad 29 Jun 2014 18:42 WIB

Kurma Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang Kurma

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON-- Para pedagang di daerah Pantura Cirebon, Jawa Barat mengaku omzet penjualan buah kurma meningkat pada awal bulan Ramadhan dibandingkan hari biasa. Muhamad Husein, salah seorang pedagang buah Kurma di Panjunan Kota Cirebon, kepada wartawan, Minggu, mengatakan, awal Ramadhan permintaan buah kurma meningkat, sehingga omzetnya naik dibandingkan hari biasa.

"Kini bisa terjual sekitar 300 kilogram buah kurma berbagai jenis, sebelumnya paling hanya 50 kilogram, diperkirakan akan bertahan hingga jelang lebaran," katanya.

Menurut dia, setiap bulan Ramadhan omzet penjualan buah kurma meningkat karena buah tersebut diminati warga Cirebon, selain sebagai makanan pembuka puasa biasanya dijadikan minuman jus segar. Sementara itu Rohimah pedagang lain di Indramayu mengaku, omzet penjualan kurma mulai meningkat biasanya paling hanya terjual 10 sampai 50 kilogram setiap hari, kini bisa mencapai 200 kilogram, mulai dari kualitas biasa hingga kualitas super, diperkirakan selama bulan Puasa pesanan akan bertahan.

Permintaan buah kurma, kata dia, setiap tahun menjelang bulan Ramadhan cukup tinggi, sehingga sebelumnya pedagang harus mempersiapkan persediaan buah kurma tersebut. Tingginya permintaan buah kurma selama Ramadhan, kata dia, sejumlah pedagang sudah memiliki persediaan karena kurma tahan lama, yang penting pola penyimpanan hindari basah.

Sementara itu Rini salah seorang pembeli di pasar Kanoman Kota Cirebon, mengaku, sengaja membeli buah kurma sebagai makanan pembukan puasa, karena tahan lama, selain itu gampang mengolahnya seperti dibuat jus kurma.

Ia menuturkan, kurma bisa langsung dimakan saat berbuka puasa, badan terasa pulih setelah seharian berpuasa, sehingga saat Ramadhan diminati warga Cirebon.

Terpopuler