Selisih 3 Menit, Hilal Sulit Terlihat

Rep: c65/ Red: Joko Sadewo

Jumat 27 Jun 2014 19:09 WIB

Pemantauan hilal awal Ramadhan. Foto: Republika/Agung Supri Pemantauan hilal awal Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Waktu matahari yang tenggelam hari ini yaitu pada 17.50 WIB dan waktu bulan tenggelam pada 17.53 WIB. Selisih waktu tiga menit tersebut dikatakan Taufiq Hidayat, selaku peneliti astronomi di observatorium Bosscha sangat sulit dilihat.

"Berdasarkan pengalaman, waktu yang hanya tiga menit sangat sulit untuk melihat hilal," ujar dia, Jumat (27/6).

Hilal adalah bulan sabit baru yang sangat tipis yang biasanya dapat terlihat pada selisih waktu sekitar 20 menit. "Kalau 20 hingga 25 menitan baru bisa terlihat," kata dia.

Konjungsi/ijtima' bulan hari ini terjadi pada 15.08 WIB. Konjungsi tersebut merupakan posisi di mana bulan, matahari dan bumi berada pada garis lurus dengan ketinggian kurang dari satu derajat.

Pengamatan hilal di Bosscha menggunakan empat teleskop. Dua teleskop yang diletakkan di luar dan untuk publik, satu teleskop yang digunakan di dalam dan satu teleskop yang digunakan dan langsung dapat diakses melalui streaming Kominfo. "Ada banyak titik pantau hilal di Indonesia dan yang di bagian paling timur akan lebih dahulu melihat hilal," kata dia.

Menurutnya, bila titik pantau paling timur berhasil melihat hilal maka sudah bisa dijadikan acuan untuk menentukan 1 Ramadhan.

Terpopuler