Dompet Dhuafa ajak 'Punk Muslim' Ngaji dan Bedah Masjid

Rep: c91/ Red: Bilal Ramadhan

Kamis 26 Jun 2014 18:41 WIB

Anak punk (ilustrasi) Foto: Antara/Muhammad ryan Wibowo Anak punk (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta-- Demi menyebarkan kebaikan selama Ramadhan, Dompet Dhuafa (DD) merangkul Komunitas Punk Muslim. Rencananya 100 orang anak punk akan diajak mengikuti Tadabbur Alam di Cigamea, Bogor, pekan depan.

"Acara akan berlangsung dari hari Jumat sampai Minggu, di Cigamea, dekat kaki Gunung Salak," ujar Asep, Kordinator Punk Muslim Depok, dalam Jumpa Pers bersama Dompet Dhuafa, di Melawai, Jakarta Selatan, (26/6). Ia mengatakan, ada 30 anggota Punk Muslim, yang aktif melakukan berbagai kegiatan.

Asep mengaku, tak mudah mengajak anak punk untuk mengaji, karena mereka terbiasa dengan kehidupan bebas jalanan, namun ia tak menyerah. Menurutnya, diperlukan pendekatan khusus agar mereka bersedia.

"Ya gunakan cara seperti bunglon, jadi mengajaknya dengan memakai baju dan bahasa yang sama seperti mereka," ungkap Asep. Ia menjelaskan, bila tiba-tiba datang seorang ustad rapi mendatangi mereka, anak punk akan ketakutan.

Setelah acara Tadabur Alam, komunitas Punk Muslim juga dilibatkan dalam program Bedah Masjid DD. Asep menerangkan, setiap anak punk memiliki wilayah masing-masing, sehingga akan lebih mudah melacak Masjid yang memang memerlukan bantuan. Sampai sekarang, sudah ada 30 titik Masjid yang didata.

Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, meyakini, komunitas Punk Muslim dapat memberikan yang terbaik. "Perlu diketahui, bahwa beberapa anak punk di Punk Muslim, masih melakukan beberapa tindak kriminal," tambahnya.

Agar lebih mengikat, secara Simbolis, Ahmad Juwaini memberikan kaos berlogo Dompet Dhuafa kepad Asep, saat Jumpa Pers, (26/6). Asep pun menerimanya sambil tersenyum, kemudian langsung dikenakannya kaos tersebut.

Terpopuler