Isi Ceramah Idul Fitri Mahfud MD di Masjid Al Azhar

Rep: Riana Dwi Resky/ Red: Citra Listya Rini

Kamis 08 Aug 2013 08:48 WIB

Mahfud MD Foto: Antara Mahfud MD

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Moh Mahfud MD menjadi khatib sholat Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan. Ia membawakan ceramah berjudul "Menegakkan Keadilan Sebagai Tugas Fitrah". 

Dalam ceramahnya ia mengatakan bahwa manusia yang kembali fitrah adalah manusia yang kembali ke sifat keserbabaikan sebagai hamba Allah. Dimana pada awal penciptaannya, manusia memang diciptakan sebagai makhluk serba baik dengan landasan iman tauhid yang sangat kuat. 

Seperti firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 172, ketika di alam arwah, sebelum masuk ke dunia ini sebagai alam syahadah, manusia sudah mempersaksikan (bersyahadah) tentang keesaan dan kekuasaan Allah. Ketika Allah bertanya pada manusia dengan mantap menjawabnya, ''Ya, kami bersaksi bahwa engkau adalah Tuhan kami'', 

''Kesaksian manusia yang seperti itu telah mendudukkan manusia sebagai makhluk yang membawa keserbabaikan dengan dasar iman-tauhid. Itulah sebabnya disebutkan, manusia lahir dalam fitrah atau suci'', ujarnya, diantara jamaah yang memenuhi lapangan depan Masjid Al Azhar. 

Ia melanjutlan akan tetapi dalam perjalanan hidupnya, banyak di antara manusia yang tersesat dan terlupa sehingga melakukan hal-hal yang tidak baik karena tidak mampu melawan godaan setan dan tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya. 

Keterlanjutan berbuat baik itu menyebabkan fitrah manusia ternoda. Maka itu diperlukan langkah-langkah pembersihan agar manusia bisa menjadi suci kembali (Idul Fitri).

Ibadah puasa yang kita lakukan selama sebulan, membawa kita kembali ke fitrah. Ibadah puasa yang dilakukan dengan iman dan kesungguhan akan menyeb abkan diampuninya segala dosa yang telah lalu sehingga kita menjadi suci kembali.

Kebersihan dari hasil ibadah puasa ini menjadi sempurna manakala diikuti dengan saling meminta maaf atau berhalal bihalal di antara sesama manusia karena menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dosa-dosa antar sesama manusia itu takkan terhapus dan bisa menyebabkan manusia bangkrut pada hari pembalasan kalau tidak dimintakan maaf kepada yang bersangkutan. 

Untuk itu marilah kita manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dengan saling meminta dan memberi maaf agar kita bisa benar-benar kembali ke fitrah. 

Terpopuler