Beriktikaf, Muslim Malawi Doakan Negaranya

Rep: Agung Sasongko/ Red: Djibril Muhammad

Senin 05 Aug 2013 23:19 WIB

Muslim Malawi Foto: malawivoice.com Muslim Malawi

REPUBLIKA.CO.ID, LILONGWE -- Sepekan terakhir, Muslim Malawi meramaikan Masjid. Mereka mengikuti iktikaf seperti apa yang diteladankan Rasulullah SAW.

Dalam iktikaf itu, mereka menengadahkan doa bagi perdamaian dan kesejahteraan negara mereka yang babak belur karena pertikaian politik dan ekonomi.

"Mari kita manfaatkan kesempatan ini guna berdoa bagi bangsa kita," pinta Dinala Chabulika, Kordinator Nasional, Biro Informasi Islam (IIB) kepada Onislam.net, Senin (5/8).

Menurut dia, saat ini negara akan melalui reformasi politik dan ekonomi yang tentunya akan berdampak pada kalangan Muslim. Untuk itu, doa dari umat Islam sangat dibutuhkan negara ini agar reformasi berjalan lancar. "Kita butuh perubahan, tidak bisa terus seperti ini," kata dia.

Chabulika juga mengajak Muslim untuk mendoakan agar pemilu nasional tahun ini berjalan damai dan bebas. Kelancaran pemilu nasional juga merupakan tanggung jawab Muslim.

Itu sebabnya, menjadi kewajiban Muslim untuk berusaha dan berdaoa kepada Allah agar diberikan pemimpin yang baik guna mengarahkan negara pada tingkat kemakmuran dan stabilitas.

Tak hanya mendoakan bangsanya sendiri, Muslim Malawi juga mendoakan saudara mereka di Mesir dan Suriah yang masih didera konflik. "Kami prihatin dengan penderitaan umat Islam di Suriah dan Mesir. Mereka sangat menderita selama bulan Ramadhan," kata dia.

Adida Mia, Wakil Direktur Eksekutif Muhammad Sidik Mia Foundation mengatakan selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, organisasinya akan menjangkau kalangan miskin di daerah pedesaan Malawi melalui zakat. "Ini merupakan momen istimewa untuk terus berbagi," kata dia.

Insitiif Muslim mendapat pujian dari Gereja Malawi. "Itu merupakan langkah terpuji," ungkap Uskup james Tengatenga, Pimpinan Gereja Anglikan.

Menurut Uskup James, Melawi terlalu lama mengalami masa menyakinkan. Itu sebabnya, doa dari umat Islam ini sangat dibutuhkan bangsa Ini. "Saya meminta umat Kristiani melakukan langkah serupa begitu pula umat agama lain," kata dia.

Terpopuler