Kapal Bantuan di Pelabuhan Merak Belum Dioperasikan

Red: Dewi Mardiani

Senin 05 Aug 2013 21:16 WIB

  Antrean truk yang menanti kedatangan kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (4/8).  (Republika/Rakhmawaty La'lang) Antrean truk yang menanti kedatangan kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (4/8). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, MERAK -- Tiga kapal bantuan milik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama di Pelabuhan Merak, hingga Senin (5/8), belum beroperasi untuk mengatasi kepadatan penumpang pejalan kaki maupun penumpang di atas kendaraan.

"Ketiga kapal itu kini sudah berada di Perairan Merak dan belum memiliki izin operasional," kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo di Merak. Ia mengatakan bahwa ketiga kapal bantuan tersebut, antara lain KMP Jatra III, KMP Portlink III, dan KMP Portlink V. Keberadaan kapal ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik.

Namun, kata dia, kapal tersebut belum turun izin operasionalnya dari Kementerian Perhubungan. "Kami berharap kapal yang bisa menampung ribuan orang itu bisa dioperasikan untuk mengatasi lonjakan penumpang arus mudik," katanya. Menurut dia, bantuan kapal tersebut salah satunya untuk mengatasi kepadatan arus mudik. Akan tetapi, tidak dilengkapi dengan izin operasional.

ASDP Merak tidak berani mengoperasikan kapal tanpa memiliki izin operasional yang dikeluarkan oleh instansi yang berkompeten. Saat ini, ujar dia, ketiga kapal itu berada di perairan Merak sambil menunggu kepastian izin operasional keluar. "Kami tidak bisa berbuat banyak jika kapal besar itu tidak mengantongi izin," ujarnya.

Kepala Otoritas Pelayanan Pelabuhan (OPP) Merak Endi Suprasetio menegaskan bahwa ketiga kapal tersebut belum memiliki izin sehingga tidak bisa dioperasikan melayani penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung.

"Kami berharap kapal itu segera dikeluarkan izin operasinalnya sehingga bisa diperbantukan untuk melayani penyeberangan," katanya.

Terpopuler