Hindari Arus Pendek Selama Mudik

Rep: Andi Ikhbal/ Red: Dewi Mardiani

Sabtu 03 Aug 2013 10:56 WIB

Rumah kosong yang ditinggal mudik penghuninya rawan jadi incaran maling. (ilustrasi) Foto: www.halosemarang.com Rumah kosong yang ditinggal mudik penghuninya rawan jadi incaran maling. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan sistem kelistrikan sebelum beranjak meninggalkan rumah selama mudik Lebaran 2013. Sebab, potensi arus pendek di musim kemarau ini masih cukup tinggi, sehingga dapat memicu kebakaran.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Ratna Oratmangun mengatakan, kelalaian warga terhadap penggunaan listrik saat meninggalkan rumah, dianggap menjadi faktor utama penyebab terjadinya kebakaran. Karena itu, sambungan listrik alat elektronik harus dipastikan tercabut.

“Terutama hal-hal kecil seperti charge-an HP,” kata Chandra pada Republika di acara Kesiapan Keselamatan Mudik, Sabtu (3/8). Pasalnya, kabel listrik itu mempunyai daya watt tampung tersendiri, kalau dalam posisi tersambung dengan saklar namun tidak ada penggunaannya, dikhawatirkan dapat menimbulkan konsleting. Terlebih, di musim kemarau ini, tingkat suhu udara dinilai mendukung potensi arus pendek.

Dia menambahkan, selain kabel listrik, beberapa barang lain seperti regulator gas elpiji, dan penempatan barang bekas yang mengandung bahan mudah terbakar dan zat kimia di ruang hampa udara juga perlu diantisipasi. Menurutnya, pengecekan sebelum meninggalkan rumah, harus dilakukan secera menyeluruh.

“Tahun sebelumnya, hingga Juli 2012 tercatat 71 kasus kebakaran yang trennya terjadi saat penghuni meninggalkan rumah,” ujarnya. Chandra mengatakan, pihaknya menyiagakan 558 personil pemadam kebakaran di 16 titik lokasi pos pengamanan terpadu di Surabaya. Selain itu, jumlah armada yang ada juga dioptimalkan mencapai 34 unit mobil pemadam kebakaran.

Kepala Bakesbang Linmas Kota Surabaya, Soemarno mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli selama 24 jam dengan mobil dinas di kawasan padat penduduk untuk mengantisipasi tindak kriminalitas. Dia juga akan melibatkan warga untuk membentuk tim siskamling yang berjaga selama musim mudik Lebaran. “Sedangkan untuk perkantoran, sekolah serta instansi pemerintahan, pegawai wajib dikenakan shift masuk untuk berjaga,” ujarnya.

Terpopuler