Akupuntur Boleh Saat Berpuasa

Rep: rosita budi suryaningsih/ Red: Damanhuri Zuhri

Jumat 02 Aug 2013 23:45 WIB

Akupuntur Akupuntur

REPUBLIKA.CO.ID,

Secara medis tak membahayakan.

JAKARTA -- Ketika berpuasa, banyak yang ragu apabila melakukan terapi-terapi kesehatan. Salah satunya, akupuntur.

Selain ragu karena terapi ini menggunakan jarum yang ditusuk-tusukkan ke tubuh, ada kekhawatiran akan menimbulkan rasa lemas dan lapar jika melakukan terapi akupuntur kala sedang berpuasa.

Akupuntur merupakan salah satu teknik penyembuhan dengan memanfaatkan pengetahuan tradisional dari Jepang dan Cina.

Selain menggunakan jarum yang ditusukkan di daerah tertentu pada tubuh, terapi ini juga menambahkan bahan-bahan herbal sebagai pelengkap terapinya. Kini, terapi kesehatan ini semakin banyak diminati.

Akupuntur dianggap sebagai jalan keluar bagi masyarakat yang kurang sreg dengan tata laksana medis di rumah sakit.

Manfaatnya pun banyak, dari penghilang stres, hingga terapi untuk menurunkan berat badan. Pada dasarnya, ajaran Islam membolehkan metode terapi ini.

Ustaz Mukhsin Suaidi mengatakan, jika memang bisa mendapatkan manfaat dari terapi akupuntur dan tidak ada efek sampingnya, boleh digunakan untuk pengobatan.

Karena, akupuntur merupakan salah satu terapi tradisional yang telah diakui oleh badan kesehatan dunia (WHO). Jika terapi ini dilakukan kala sedang berpuasa, menurutnya, boleh saja.

Menurutnya, akupuntur tidaklah termasuk suntikan yang bergizi. Ini juga tidak memberi faedah, seperti makanan dan minuman, bahkan tidak bisa memasukkan cairan atau selang ke dalam tubuh dengan perantara jarum akupuntur ini.

“Berdasarkan hal tersebut maka bisa disimpulkan bahwa akupuntur tidak mempengaruhi sahnya puasa,” ujarnya, pekan lalu.

Akupuntur bolah digunakan untuk berobat kapan pun saat terbukti manfaatnya untuk si sakit. Dari sisi medis, terapi akupuntur pun tidak membahayakan.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dari RS Pondok Indah Laura Djuriantina mengatakan, terapi ini aman. “Dilakukan saat berpuasa pun tidak masalah,” ujarnya.

Menurutnya, terapi ini minim risiko dan tidak menimbulkan efek samping yang terlalu besar. Bahkan, kata dia, jika terapi ini dilakukan kala berpuasa, justru bagus untuk tubuh.

“Karena terapi ini merangsang titik-titik akupuntur yang membuat badan menjadi sehat, semangat,” ujarnya. Keluhan menjadi lemas setelah melakukan terapi ini menurutnya jarang ada.

Justru yang ada menurutnya adalah rasa semangat dan bertenaga. Akupuntur memiliki banyak efek positif yang salah satunya adalah menyembuhkan berbagai penyakit karena dapat melancarkan peredaran darah.

Tak hanya sekadar melancarkan peredaran darah, akupuntur juga membantu memelihara organ dalam, sehingga menjadikan tubuh dapat lebih sehat dan terpelihara.

Teknik penyisipan jarum tanpa rasa sakit ini mengalihkan paradigma masyarakat yang selama ini takut akan jarum. Justru, dengan disisipi jarum, aliran darah yang semula kurang normal berubah menjadi normal.

Selain itu, keuntungan lain dari akupuntur adalah dapat meremajakan kulit dan sel-sel darah merah yang beregenerasi.

Akupuntur juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan relaksasi yang dibutuhkan selama pascaoperasi. Menurut Laura, bahkan khasiat yang diberikan akupuntur pun dapat menghambat proses operasi yang semula dijadwalkan.

Hal ini tentu saja merupakan kabar baik bagi dunia kesehatan karena akupuntur memberikan kontribusi besar.

Terpopuler