Perawat Non-Muslim Ikut Layani Pasien Mudik

Red: A.Syalaby Ichsan

Jumat 02 Aug 2013 07:52 WIB

Seorang perawat saat bertugas merawat pasien (ilustrasi). Foto: Dok Republika Seorang perawat saat bertugas merawat pasien (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Perawat dari kalangan Non-Muslim akan bersiaga melayani pasien pada masa liburan Idul Fitri 1434 Hijriah di RSUD Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Direktur RSUD Mamuju Titin Hayati, di Mamuju,  mengatakan, seperti Lebaran sebelumnya, manajemen RSUD Kabupaten Mamuju menugaskan perawat atau petugas medis dari kalangan non-Muslim untuk melayani pasien selama liburan Idul Fitri. 

Ia mengatakan, manajemen RSUD Mamuju telah mengatur shift jaga dengan menyiagakan petugas medis dari kalangan non-Muslim selama musim liburan Idul Fitri nanti telah diatur dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada pasien.

"Petugas medis dari kalangan non-Muslim yang jumlahnya hampir seimbang dengan perawat Muslim akan disiagakan di RSUD Mamuju memastikan pelayanan pasien tetap terjadi selama Lebaran,"katanya, pekan lalu.

Menurut dia, mereka akan dimaksimalkan melayani pasien bersama petugas medis Muslim yang tidak berlibur ke luar kota Mamuju.

"Perawat Muslim yang tidak mudik dan menetap di Kota Mamuju juga tetap disiagakan bergantian dengan perawat non muslim meski tugasnya tidak sepadat petugas non muslim melakukan pelayanan pasien," katanya.

Menurut dia, selama Idul Fitri akan dimaksimalkan petugas medis pada setiap unit gedung perawatan dan akan di tempatkan dua petugas medis yang secara bergantian selama 24 jam untuk bersiaga melayani pasien. 

"Pengaturan shift jaga pelayanan pasien dilaksanakan pada waktu pagi, sore, dan malam hari dengan maksimal. Sehingga tidak akan ada pasien yang akan terlantar," jelas Titin. Ia berharap kebijakan itu tetap dilaksanakan aparatnya sehingga masyarakat tidak memiliki kendala mendapatkan pelayanan selama Lebaran nanti.

Terpopuler