REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pasar tumpah di sepanjang jalur mudik kerap menjadi salah satu penyebab kemacetan, khususnya di jalur pantai utara (Pantura)
Untuk mengantisipasinya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, membuat surat edaran (SE) pada bupati/wali kota.
"Surat edaran hari ini sudah dibuat ke bupati/wali kota. Saya minta mereka mengamankan pasar tumpah untuk memperlancar arus mudik,’’ ujar Aher kepada wartawan, usai menghadiri acara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2013, Kamis (1/8).
Menurutnya, Ia sangat paham kalau masyarakat Jabar ada yang mencari nafkah dengan berjualan. Oleh karena itu, dalam surat edaran tersebut Ia meminta bupati/wali kota untuk mencari tempat berjualan bagi pedagang pasar tumpah.
Masyarakat, kata dia, boleh berjualan asal tidak di jalan. Kalau dibiarkan berjualan di jalan tersebut, semakin lama pedagang tersebut bisa terus memakan seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan yang melalui jalan tersebut terhambat.
"Dari pada jadi persoalan kan satu macet kesananya akan menjadi padat makanya kami ingin tidak ada pasar tumpah. Saya sudah kordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan,’’ katanya.
Heryawan mengatakan, Ia sudah meminta kabupaten/kota agar menutup pasar tumpah mulai H-7 Lebaran dan sepekan setelahnya. Pemerintah kabupaten/kota, diminta menyiapkan lokasi pasar pengganti bagi pedagang yang tetap menjajakan jualannya sepekan sebelum dan sesudah Idul Fitri.
"Bukan menghalangi pedagang mencari rezeki. Namun tentu memprihatinkan bila karena segelintir pedagang di pasar tumpah membuat jutaan pemudik terganggu penjalannya. Belum lagi bila terjadi kecelakaan," katanya.