REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemudik yang melintas di tiga jalan lintas (jalan lintas timur, jalan lintas tengah, dan jalan lintas barat) dalam wilayah Provinsi Lampung, dapat memanfaatkan posko kesehatan yang berdiri di sejumlah titik jalur mudik Lebaran.
“Ada 74 posko kesehatan yang berdiri pada jalur mudik Lebaran di Lampung,” kata Kepala Dinas Kesehatan (diskes) Lampung, dr Reihana kepada Republika di sela-sela acara penandatangan nota kepakatan jalan tol trans Sumatra, di Pemprov Lampung, Rabu (31/7).
Ia mengatakan, pendirian puluhan posko kesehatan di sepanjang jalur mudik Lebaran ini, untuk mengatasi permasalahan kesehatan pemudik baik yang berkendaraan bermotor maupun penumpang bus.
Pemudik yang ingin memeriksakan kesehatan, kata dia, dapat dilayani tenaga medis yang tersedia secara gratis, agar arus mudik dapat berjalan lancar. Reihana menegaskan, posko kesehatan ini telah berdiri pada tujuh hari menjelang Lebaran.
Dinkes Lampung mengerahkan 284 personil, terdiri dari 71 tenaga dokter, 142 perawat, dan 71 sopir ambulans yang akan bertugas di posko tersebut. Selain itu, pihaknya menyiagakan 302 sarana pelayanan kesehatan, 25 rumah sakit pemerintah dan swasta dan 277 puskesmas yang tersebar di kabupaten/kota.
Posko-posko itu akan disebar di jalur mudik di kabupaten/kota di Lampung. Diantaranya, berada di lokasi Tanjung Selaki, Tegineneng dan di Jalan Soekarno Hatta (depan Asrama Haji Rajabasa). Sedangkan 71 posko lainnya tersebar di 15 kabupaten/kota.
Reihana mengatakan penyediaan posko kesehatan ini untuk membantu pemudik baik supir kendaraan maupun penumpang bus yang ingin pulang kampung. Untuk itu, ia berharap posko kesehatan ini dapat dimanfaatkan agar pemudik dapat lancar pulang kampung.