REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan melakukan monitoring di sejumlah terminal dan pool untuk mengecek kelayakan kendaraan. Hal tersebut dilakukan demi meminimalisir potensi kecelakaan selama musim mudik lebaran.
Kasubdit Sarana Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Toto Noerwit Jaksono mengatakan, Kemenhub telah menyiapkan tim khusus yang melakukan pengecekan kelayakan kendaraan tersebut. Monitoring, kata dia, akan terus dilakukan hingga H+7 Idul Fitri.
"Apabila kendaraan tidak layak, maka tidak diijinkan dioperasikan. Kita harapkan ada bus pengganti," ujar dia di sela-sela acara pembagian peta jalur mudik di Bundaran HI, Selasa (30/7).
Toto sendiri mengatakan, belum mengetahui secara pasti berapa jumlah armada yang akan dikerahkan untuk mengangkut pemudik. Sebab, kata dia, jumlah armada akan sangat bergantung dari hasil pengecekan kelayakan kendaraan yang dilakukan tim Kemenhub.
Sementara itu, jumlah pemudik tahun ini yang menggunakan angkutan darat diprediksi akan naik sekitar lima hingga sepuluh persen. Kenaikan tersebut, kata Toto, memang tidak terlalu tinggi. Sebab, musim mudik kali ini jaraknya berdekatan dengan tahun ajaran baru.
Sehingga, ada sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak mudik karena dananya dialokasikan untuk kebutuhan sekolah anak.