Alquran Ajarkan Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Rep: Esthi Maharani/ Red: M Irwan Ariefyanto

Sabtu 27 Jul 2013 04:04 WIB

Alquran Foto: Republika/Agung Supriyanto Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran merupakan tuntunan Ilahi menuju jalan kebaikan bagi manusia. Umat Islam perlu memahami kandungan isinya dan mengamalkannya dalam kehidupan. Alquran menjunjung tinggi kerukunan di tengah masyarakat. Tidak hanya kerukunan dengan sesama Muslim, melainkan juga dengan kelompok lain yang berbeda keyakinan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan, Alquran memberi perlindungan dan penghormatan kepada manusia tanpa kecuali. "Islam ajarkan mengasihi dan menyayangi sesama, bahkan yang berbeda keyakinan sekalipun," kata Presiden dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jumat (26/7).

Alquran menjadi inspirasi yang tidak pernah kering dalam menciptakan ketenteraman dan kedamaian. Setiap Muslim akan mendapat pencerahan dan ketenangan jiwa. Alquran tak hanya bisa meningkatkan iman dan takwa, melainkan juga menjadi inspirasi dalam menggali sumber ilmu pengetahun.

Hak asasi manusia (HAM), kata Presiden, merupakan hak kodrati anugerah Tuhan yang tidak dapat dicabut dan dikurangi. HAM dalam Islam mengandung prinsip dasar persamaan dalam sesama dan menjamin kebebasan berpendapat. Namun, kata Presiden, kebebasan berpendapat dalam Islam bukanlah yang absolut, tapi disertai etika dan tanggung jawab.

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia harus memberikan contoh kepada dunia sebagai insan yang beradab. "Pada saat yang sama harus tampilkan Islam yang indah, damai, dan melarang tindak kekerasan," kata Presiden. Indonesia harus menunjukkan Islam yang ramah dan toleran.

Presiden mengingatkan agar umat Islam di Indonesia menjauhkan diri dari praktik yang justru melunturkan citra Islam. Presiden mengatakan, jangan kita mengatasnamakan Islam tapi pada praktiknya tidak menunjukkan nilai dan jati diri keislaman yang luhur. Islam, kata Presiden, tidak menghalalkan kekerasan yang semena-mena, apalagi zalim pada sesama.

"Apa pun alasannya, tindak kekerasan harus dijauhi, apalagi atas nama agama," kata Presiden. Sekelompok orang di negeri ini tidak boleh bertindak sesuka hati dengan dalih menegakkan Islam. Amar makruf harus dijalankan dengan aturan dan cara yang benar. Indonesia, kata Presiden, memiliki aturan dan pranata hukum yang harus ditaati bersama.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, Alquran sebagai pedoman hidup telah mengajarkan kebebasan yang bertanggung jawab. Manusia, sebagai makhluk yang beragama, diberikan kebebasan bertindak. Tetapi, sebagai individu, setiap manusia pun dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya.

Alquran memberikan pesan sekaligus relevansi terhadap tatanan kehidupan manusia dan termasuk menjadikan hukum sebagai panglima dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai pembatas kebebasan. "Penegakan hukum merupakan kewajiban negara yang paling asasi. Masyarakat tidak boleh melakukan tindakan main hakim sendiri yang tidak bisa dibenarkan secara hukum," katanya.

Suryadharma mengatakan, kebebasan dalam HAM tidak bisa diartikan tanpa batas dan tanpa tanggung jawab. Berekspresi di ruang publik pun harus memelihara etika, tanggung jawab, kesopanan, dan kejujuran. Berdebat pun harus dengan cara yang santun. Allah telah memberikan tuntunan, ajakan, dan nasihat yang jelas.

Terpopuler