Kemeriahan di Penutupan Republika Ramadhan Fair

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: A.Syalaby Ichsan

Ahad 21 Jul 2013 13:58 WIB

 Kelompok musik Love Pink Girls (LPG) beraksi memainkan sejumlah tembang Islami dalam Islamikustik di Republika Ramadhan Fair, Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Kamis (18/7).    (Republika/Agung Supriyanto) Kelompok musik Love Pink Girls (LPG) beraksi memainkan sejumlah tembang Islami dalam Islamikustik di Republika Ramadhan Fair, Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Kamis (18/7). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari terakhir perhelatan Republika Ramadhan Fair (RFF) 2013 di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Ahad (21/7), berlangsung cukup meriah. Jumlah pengunjung lebih ramai daripada hari biasanya.

Itu terlihat sejak siang, belasan stand dipadati pengunjung, baik cuma melihat-lihat maupun yang membeli produk. Stand penjual buku paling banyak menikmati keadaan itu.

Ini tidak salah, lantaran mereka memberi diskon besar-besaran agar produknya bisa laris. Seperti PT Eaststar Adhi Citra yang sepanjang hari selalu menjadi pusat kerumunan karena memajang stiker diskon sebesar 30-50 persen. Bahkan, untuk buku bertemakan islami dijual serba Rp 5.000. 

Stand penjual Alquran Al-Musamma dengan metode mendengarkan Alquran 30 juz disertai terjemahannya dari sound system hanya dengan sekali sentuh ini membanting harga produknya selama pameran. "Kita beri diskon di hari terakhir pameran," kata penjaga stand, Pramestya kepada Republika. 

Ia menambahkan, keunggulan Alquran yang diproduksi perusahaannya adalah dapat didengarkan bacaan tartil dan bertajwid untuk dapat ditirukan dengan baik dan benar. Alhasil, bagi yang terkendala dengan masalah inderawi sangat terbantu dengan keberadaan Alquran jenis ini yang sudah memanfaatkan teknologi.

Stand Yapa Enterprise yang menjual beragam busana Muslim dan perlengkapan alat shalat juga termasuk yang paling menarik perhatian pengunjung. Salah satu produk yang dijualnya adalah kopiah yang terbuat dari bambu seharga Rp 50 ribu yang tersedia dalam berbagai warna.

Meski tidak bisa dilipat seperti kopiah pada umumnya, namun produk ini memiliki keunggulan tidak membuat lepek rambut karena selama dipakai di kepala sirkulasi udara dapat berjalan.

Lantaran banyaknya item barang yang dijual, yang selalu dicari karena menjadi kebutuhan umat Islam, maka penjaga tidak memberi diskon. "Tidak ada diskon, tapi barang kami bisa ditawar," kata penjaga stand Mas Jo. 

Ia mencontohkan, sebotol parfum yang normalnya dijual Rp 20 ribu, dilepas Rp 30 ribu untuk dua botol ukuran jari jempol. Begitu pula, baju koko yang dipajang bisa dilepas cukup Rp 125 ribu dari harga semula Rp 150 ribu.

Sementara itu, pengunjung juga turut memberi masukan terkait pelaksanaan RFF. Irfan, warga Kota Bogor yang mengapresiasi agenda RFF ini sampai menyempatkan hadir untuk melihat pameran sekaligus ingin menunaikan shalat di Masjid Agung At-Tin.

Irfan mengatakan, secara konsep sebenarnya rangkaian acara sudah cukup baik. Ia hanya memberi masukan kepada panitia agar ke depannya dipikirkan acara pendukung agar semakin banyak pengunjung yang datang.

Tidak lupa, ia menyoroti soal lokasi pameran yang berada di pinggiran kota. Selain lokasi yang tidak berada di tengah kota, tiadanya sarana transportasi massal alternatif untuk menuju lokasi juga cukup sulit bagi warga luar kota yang ingin mendatangi pameran. "Ini harus dipikirkan panitia soal akses. Harusnya pameran seperti ini bisa ramai seperti yang diadakan di Senayan," kata Irfan.

Ia melanjutkan, faktor cuaca juga turut berpengaruh karena masih seringnya turun hujan membuat masyarakat enggan keluar rumah. "Itu saja masalahnya. Mungkin tahun depan bisa lebih sukses."

Pada acara penutupan ini, panitia memajang 20 karya lomba fotografi bertemakan Spirit of Giving. Foto hasil karya pengunjung ini banyak membidik tingkah laku masyarakat yang ternyata memiliki rasa solidaritas dan sosial tinggi terhadap sesama.

Misalnya, anak-anak berbagi makanan, memberi sumbangan kepada pengemis, maupun kebersamaan anak kecil dalam mengejar layang-layang putus.

Terpopuler