Nikmatnya Berbuka Bareng Saudara Seiman di Jerman

Red: Hazliansyah

Selasa 16 Jul 2013 16:00 WIB

Sandhy Sondoro Foto: SIDOMI Sandhy Sondoro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sandhy Sondoro pernah merasakan menjalankan ibadah puasa di negeri orang, negeri di mana muslim menjadi minoritas. Sandhy merasakan hal tersebut bertahun-tahun saat menempuh pendidikan di Jerman.

Menjalankan ibadah puasa di sana meninggalkan kesan tersendiri bagi Sandhy.

Diungkapkan Sandhy, cobaan terberat selama berpuasa di Jerman saat Ramadhan jatuh di musim panas.

"Kalau puasanya pas musim panas, matahari terbit antara setengah 5 pagi dan terbenam jam setengah 10 malam," ungkap Sandhy saat ditemui dalam peluncuran album kompilasi "The Best of Islamic", Senin (15/7).

Cobaan, sebut suami Ade Fitria Sechan ini kian berat karena di sana ia selalu mengendarai sepeda.

Meski demikian ia bersyukur karena di perantauan Shandy memiliki banyak saudara-saudara seiman. Sandhy bersyukur karena sering diajak untuk berbuka puasa bersama teman-temannya yang berasal dari Turki dan Sudan. Baginya itu merupakan kenikmatan tersendiri kala berpuasa di perantauan.

"Saya sering tinggal bareng dengan orang turki. Mereka dulu kalau puasa sering mengajak saya berbuka bersama dengan keluarga imigran dari Turki," kenang Sandhy.

Kontributor: Fazar Rizky (Klub Jurnalistik ROL)

Terpopuler