REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Budayawan Emha Ainun Najib mengatakan, puasa pada hakikatnya adalah melatih kedewasaan diri manusia.
"Puasa itu maknanya melatih kedewasaan diri. Kita punya hak untuk melakukan apapun namun tidak dilakukan," kata pria yang akrab disapa Cak Nun itu saat buka puasa bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di Jakarta, Jumat (12/7).
Ia menerangkan, anak-anak melakukan apapun yang disukainya. Sedangkan orang dewasa akan berpikir terlebih dahulu untuk melakukan hal yang dia sukai. "Orang dewasa akan berpikir mengenai risikonya ketika dia melakukan hal itu," tuturnya.
Sebenarnya, kata Cak Nun, tidak ada yang suka menjalankan puasa. Namun, karena kecintaan manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala maka ia akan berpuasa. "Sebenarnya sama seperti shalat malam. Pasti berat, namun karena cinta pada Allah, maka dia akan mengerjakannya," katanya.
Tuhan, masih kata Cak Nun, akan menilai usaha seseorang ketika melakukan ibadah. Puasa, sebagai semacam latihan untuk menjadikan orang tersebut dewasa.