Lemas Saat Puasa, Asup Suplemen Tambahan

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Kamis 11 Jul 2013 16:57 WIB

Aneka vitamin dan suplemen Foto: global.fncstatic.com Aneka vitamin dan suplemen

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Bagi sebagian orang, puasa terkadang dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Meski ada pula yang mengalami penurunan stamina.

Bagi mereka yang memang merasa kurang bertenaga saat puasa namun harus tetap beraktivitas, cobalah mengonsumsi vitamin. Tapi  jangan asal vitamin, teliti dulu kandungan nutrisi dalam label kemasan.

Pakar gizi dari IPB, Hairunnisa memaparkan bahwa semua vitamin itu baik dikonsumsi, asal sesuai dosis yang dianjurkan. "Semuanya (vitamin) baik. Tapi, konsumen harus paham benar berapa banyak dosis yang dianjurkan,"

Nisa, begitu sapaan akrab sang dokter, mengatakan bahwa  fungsi vitamin itu pada dasarnya untuk melengkapi asupan gizi yang kurang dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Bila asupan gizi dari makanan dan minuman sudah cukup, vitamin, menurut dia,  tak perlu lagi dikonsumsi, kecuali vitamin sebagai penambah daya tahan tubuh.

"Misalnya, si A sudah mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna. Berarti asupan gizi sudah cukup. Nah, sebaiknya vitamin tak perlu lagi. Lain halnya dengan penambah daya tahan tubuh," tuturnya. Selanjutnya, jika vitamin dikonsumsi untuk menambah zinc (zn) dan kalsium misal (ca) dr Nisa menyarankan untuk mengkonsumsi multivitamin dengan merk sesuai kehendak kita. "Yang penting ia memberi tambahan asupan zn dan ca yang kurang dalam tubuh kita," paparnya.

Berbeda dengan vitamin yang dikonsumsi penderita anemia, dr Nisa menyarankan agar penderita mengonsumsi vitamin khusus untuk mengatasi penyakit itu sebelum vitamin-vitamin lain. "Penderita anemia, misalnya. Sangobion atau Tonikum Bayer cukup bagus. Konsumsilah vitamin tersebut saat sahur, sebelum mengonsumsi vitamin lain," jelasnya.

Sekalig lagi ia menekankan  vitamin hanya suplemen tambahan. "Sekedar nutrisi tambahan bagi tubuh kita. Seberapa jauh kekuatan dalam berpuasa, semua tergantung pada niat individu tersebut," ucapnya. "Tapi, vitamin memang perlu, asal tidak ketergantungan. Konsumsi sewajarnya saja." imbuhnya lagi.

Terpopuler