Diet Puasa Jadi Tren di Inggris

Red: M Irwan Ariefyanto

Rabu 19 Jun 2013 14:12 WIB

Michael Mosley dan anjuran Diet Puasa Foto: Reuters Michael Mosley dan anjuran Diet Puasa

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Lupakan diet karbohidrat atau detoks. Tren baru di Inggris yang menjalar ke AS memungkinkan orang memakan apa pun sesukanya. Tapi, kebebasan itu hanya berlangsung lima hari dalam seminggu.

'Fast diet' yang juga dikenal sebagai diet 5:2 digagas oleh Michael Mosley, wartawan kesehatan sebuah stasiun TV dan Mimi Spencer, seorang wartawan. Diet ini memungkinkan orang menyantap apa pun yang mereka inginkan selama lima hari. Tapi, hanya makan 600 kalori per hari pada dua hari berikutnya.

Dalam buku mereka, The Fast Diet laku keras di Inggris dan AS dalam tahun ini. Bahkan, telah dicetak ulang belasan kali. Mosley mengatakan, dietnya berdasarkan hasil penelitian ilmuwan Inggris dan AS yang menemukan puasa berselang-seling membantu orang mengurangi lemak lebih banyak, meningkatkan kepekaan insulin dan mengurangi kolesterol yang berarti mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Ia mencoba diet ini pada program sains TV BBC 'Eat, Fast, Live Longer', Agustus lalu setelah mengetahui bahwa angka kolesterolnya terlalu tinggi dan gula darahnya dalam kategori diabetes. Hasil itu mengejutkannya.

''Saya mulai melakukan puasa selang-seling setahun yang lalu, menghilangkan delapan kg lemak dalam tiga bulan dan hasil tes darah saya kembali normal,'' kata Mosley.

Menyantap makanan harian sebesar 600 kalori per hari sekitar  seperempat dari asupan normal bagi orang dewasa. Itu bisa berarti dua butir telur untuk sarapan, ayam panggang, dan sayur lettuce untuk makan siang, serta ikan dan bihun untuk makan malamnya dengan minum air putih, kopi, atau teh.

Terpopuler