Pantura Macet Total, Jakarta-Pamanukan 22 Jam

Red: Taufik Rachman

Sabtu 18 Aug 2012 14:17 WIB

Jalur Pantura (Ilustrasi) Jalur Pantura (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Arus lalu lintas sepanjang Pantai Utara Jawa dilaporkan padat luar biasa, bahkan ini sudah terjadi sejak jalan tol Jakarta - Cikampek.

"Situasi arus lalu lintas Cikampek arah indramayu terpantau padat," demikian twit TMC Polda Metro Jaya, Sabtu, pukul 12.55 WIB.

Polisi dan petugas pengatur lalu lintas lain, mengutip twit TMC Polda Metro Jaya, sampai harus memberlakukan lalu lintas empat jalur pada sepanjang Cikampek - Subang. "Hati2 & tetap waspada," tulis TMC Polda Metro Jaya dalam akun resmi Twitternya.

Sementara itu, dalam pesan Blackberry Messenger-nya, lengkap dengan sejumlah foto yang dikirimnya kepada ANTARA News, seorang pemudik asal Bekasi mengaku sudah sekitar 22 jam berada di perjalanan, padahal dia baru menempuh 160 km pertama dari total jauh perjalanan mudiknya ke Kebumen, Jawa Tengah.

"Kenapa bisa separah ini? Dulu nggak separah ini," katanya dalam pesen BBM-nya, Sabtu siang.

Pemudik ini berangkat dari Bekasi pada Jumat dan memasuki pinto tol Jakarta - Cikampek pukul 15.00 WIB.  Dia baru keluar pintu tol Cikampek Sabtu pagi pukul 05.30 WIB.

Menurut dia, kemacetan sudah dimulai sejak KM 60 jalan tol Cikampek dan macet total pada KM 65.

Sabtu pukul  12.30 WIB, dia melaporkan kembali sudah berada di Pamanukan, Jawa Barat, sekitar 160 km dari Jakarta, yang artinya dia telah menghabiskan waktu 22 jam untuk jarak 160 km.

Kekesalan serupa dilontarkan Kristianto (32), sopir bus PO Sinar Jaya yang membawa busnya dari Cibinong, Jawa Barat dengan tujuan akhir Wonosobo, Jawa Tengah.

"Tahun lalu paling lama 12 jam sampai (di tujuan akhir)," kata Kristianto dalam komunikasi elektroniknya dengan ANTARA News.

Kristianto berangkat dari Cibinong pada Jumat pukul 08.00 WIB, dan dia kini (Sabtu pukul 13.30 WIB) masih tertahan di Pamanukan, Jawa Barat atau sudah hampir 30 jam di jalan yang baru seperempat dari total perjalanannya ke Wonosobo.

"Macet ini mempengaruhi penghasilan saya," kata Kristianto.

Dia mengaku kemacetan ini membuatnya tidak bisa lebih sering mengangkut penumpang.  Kalau tahun lalu dia bisa 2 hari mengangkut penumpang bolak balik Jakarta - Wonosobo, maka kini dia hanya satu kali dalam seminggu saja.

Terpopuler