Macet, Mayoritas Sopir 'Teler'

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Chairul Akhmad

Kamis 16 Aug 2012 19:35 WIB

 Sejumlah kendaraan bermotor milik para pemudik terjebak kemacetan. Foto: Republika/Adhi Wicaksono Sejumlah kendaraan bermotor milik para pemudik terjebak kemacetan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI – Mayoritas sopir bus yang ada di Terminal Sudirman, Kota Sukabumi mengalami kelelahan fisik.

Hal ini didasarkan pemeriksaan yang dilakukan tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi. “Hampir rata-rata tensi darah mereka tinggi,” ujar petugas medis Dinkes Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, kepada wartawan, Kamis (16/8).

Kondisi itu salah satunya diakibatkan karena para awak bus telah menempuh perjalanan jauh. Terlebih, para sopir juga merasakan dampak kemacetan yang terjadi di sejumlah titik seperti dari jalur Cibadak hingga Cicurug. Dampaknya, para sopir disarankan untuk istirahat dan tidak melanjutkan perjalanan.

Wahyu mengungkapkan, Dinkes juga menggelar pemeriksaan urine para awak bus. Langkah ini untuk mencegah awak sopir mengonsumsi minuman yang berbahaya bagi kesehatan. Sejak digelar pemeriksaan Rabu (15/8) lalu, belum ada satu pun sopir yang positif menggunakan zat berbahaya.

Kepala Dishub Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menambahkan, baru sekitar 15 persen awak bus yang sudah menjalani tes urine. “Masih banyak sopir yang belum dites karena masih dalam perjalanan,” ujar dia.

Andri menerangkan, pemeriksaan dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Targetnya, keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga.

Terpopuler