Pemudik dengan Kereta Api Naik 16,2 Persen

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Senin 13 Aug 2012 15:51 WIB

Calon penumpang mengantre pemesanan tiket di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (7/6). Tiket kereta api untuk pemberangkatan H-4 dan H-3 Lebaran atau tanggal 16 dan 17 Agustus 2012 ludes terjual untuk semua jurusan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Foto: antara Calon penumpang mengantre pemesanan tiket di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (7/6). Tiket kereta api untuk pemberangkatan H-4 dan H-3 Lebaran atau tanggal 16 dan 17 Agustus 2012 ludes terjual untuk semua jurusan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah pemudik Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah yang menggunakan kereta api mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Menurut Menteri Perhubungan, EE Mangindan di Jakarta, Senin (13/8) peningkatan penumpang hingga 16,2 persen.

Salah satu peningkatan karena perjalanan reguler 198 kereta api (untuk Lebaran) ditambah hingga 216 perjalanan. Selain itu, PT Kereta Api Indonesia, kata menteri, juga telah mempersiapkan 46 kereta api tambahan lagi  untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Terpisah, kepada media di sela-sela meresmikan pengoperasian dua set Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) AC di Stasiun Gubeng Surabaya, Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono juga mengungkapkan sebanyak 2,2 juta pemudik Lebaran tahun ini diperkirakan menggunakan moda angkutan kereta api.

Pada tahun ini, PT KAI memberlakukan kebijakan pembatasan penumpang sesuai dengan kapasitas tempat duduk dan tiket berdiri ditiadakan, sehingga pelayanan mudik lebih tertib.

KAI juga menerapkan sistem "boarding" yang mengharuskan nama pemilik tiket harus sama dengan KTP, dan jika tidak, maka akan hangus. Penerapan sistem "boarding" ini mengatisipasi praktik "calo tiket" yang biasanya marak pada angkutan mudik tiap tahunnya.

Terpopuler