REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kepala Divisi Barat, Perusahaan Listrik Arab Saudi (SEC), Abdul Moueen bin Hassan Al-Sheikh mengungkap selama Ramadhan kosumsi listrik Arab Saudi meningkat. "Saat ini, konsumsi telah meningkat sebesar 8 persen," papar Sheikh, seperti dikutip alarabiya.net, Senin (30/7).
Kenaikan konsumsi listrik ini memiliki efek, salah satunya, menurut Sheikh, ialah pemadaman listrik di Jeddah. Menurut dia, solusi dari pemadaman listrik adalah memperbaiki pembangkitnya. "Sayang, kita terlambat melakukan perbaikan" kata dia.
Keterlambatan itu, kata Sheikh, lantaran masyarakat menghalang-halangi teknisi untuk memperbaiki pembangkit listrik. "Mau tidak mau, kami perlu bantuan polisi. Kalau tidak, masalah akan berlanjut," kata dia.
Selain konsumsi meningkat, Sheikh mencatat, pekerjaan konstruksi di sekitar pembangkit listrik juga ikut bertanggung jawab atas masalah pemadaman listrik. Banyak penggalian yang akhirnya mempengaruhi infrastruktur listrik di daerah tersebut. Itu mengapa, SEC tengah berkordinasi dengan Dewan Kota Jeddah guna menghindari masalah serupa di masa mendatang.
Sejumlah Wilayah di Jeddah terkena pemadaman listrik yang dimulai sahur. Mereka bergelap-gelapan saat berbuka dan melaksanakan shalat tarawih tanpa mikropon.