Ratusan Anggota Ormas Islam Pawai Ramadhan di Lokalisasi

Rep: Agus Raharjo/ Red: Hafidz Muftisany

Selasa 17 Jul 2012 16:51 WIB

Situasi di lokalisasi Dolly, Surabaya. Foto: Republika Situasi di lokalisasi Dolly, Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Ratusan anggota organisasi masyarakat (ormas) Islam di Surabaya gelar pawai menyambut kedatangan bulan Ramadhan, Selasa (17/7). Uniknya, pawai Ramadhan ini dilakukan di beberapa titik lokalisasi di Surabaya.

Aksi ratusan orang dari 53 ormas Islam ini lebih mirip sweeping di titik-titik lokalisasi. Namun, koordinator aksi, Muchammad Yunus membantah tuduhan itu. Menurutnya, aksi ini hanya pawai untuk mensyiarkan bulan suci Ramadhan di lokalisasi dan tempat hiburan malam.

"Ini bukan sweeping, hanya pawai damai menjelang datangnya bulan suci ramadan," kata dia pada wartawan, Selasa (17/7).

Yunus menambahkan, pihaknya tidak membantah jika pawai yang dilakukan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) ini untuk meminta pengelola lokalisasi untuk menutup usahanya selama bulan Ramadhan. Sebab, hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2008 tentang Kepariwisataan dan Perda Nomor 7 tahun 1999 tentang penertiban penggunaan tempat untuk perbuatan asusila selama bulan Ramadhan dan malam Idul Fitri di Kota Surabaya.

Selain Perda, tambah Yunus, juga diperkuat dengan surat edaran Gubernur Jawa Timur no. 460/12640/031/2012 perihal penutupan lokalisasi di bulan Ramadhan. Sebab itu, Yunus meminta pemerintah lebih tegas untuk memberikan sanksi pada tempat hiburan malam dan lokalisasi yang tetap buka selama bulan Ramadhan.

"Aturan sudah jelas. Pemerintah harus bertindak tegas," kata Yunus.

Di lokalisasi Dolly, massa meneriakkan takbir. Namun, aksi yang dilakukan pagi hari ini tidak tepat sasaran. Sebab, sejumlah lokalisasi tampak sepi. Beberapa wisma di lokalisasi tampak tutup. Di lokalisasi Dolly, anggota ormas juga menempel surat peringatan agar wisma tutup sementara selama Ramadhan.

Terpopuler