Volume Sampah di Yogyakarta Meningkat Selama Lebaran

Red: cr01

Kamis 01 Sep 2011 13:27 WIB

Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Beringharjo, Yogyakarta. Pasar ini termasuk destinasi wisata favorit di DIY Yogyakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Beringharjo, Yogyakarta. Pasar ini termasuk destinasi wisata favorit di DIY Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Volume sampah di sejumlah tempat wisata di Kota Yogyakarta selama libur lebaran 2011 mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan hari biasa.

"Selama libur lebaran 2011 kepadatan di sejumlah tempat wisata cukup tinggi, sehingga volume sampah yang dihasilkan naik hingga 15 persen dibanding hari biasa," kata Kepala Bidang Sampah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Irfan Susilo, Kamis (1/9).

Menurut dia, dengan adanya kenaikan volume sampah di sejumlah tempat pariwisata, maka total sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan menjadi sekitar 300 meter kubik per hari. Ia mencontohkan, sejumlah tempat wisata yang mengalami kenaikan volume sampah selama libur lebaran di antaranya adalah Alun-Alun Utara, Malioboro, Taman Pintar, dan Kebun Binatang Gembira Loka.

Pada hari biasa jadwal menyapu dilakukan sebanyak tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Namun selama libur lebaran jadwal menyapu malam hari ditambah. "Seperti saat menjelang shalat Idul Fitri, kami juga menambah jadwal menyapu malam hari. Sehingga lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan shalat sudah bersih saat akan digunakan shalat," kata Irfan.

Setelah pelaksanaan shalat, lanjut dia, pihaknya langsung menerjunkan petugas penyapu untuk membersihkan lapangan dari sampah, yang didominasi koran-koran bekas yang dibawa jamaah untuk alas shalat.

Sementara itu, volume sampah dari pemukiman selama libur lebaran justru mengalami penurunan karena tidak ada petugas yang mengambil sampah. "Selama libur lebaran petugas justru libur, sehingga sampah pemukiman tidak ada yang mengambil. Tetapi, mulai H+3 atau H+4, akan ada kenaikan volume sampah karena petugas sudah mulai aktif kembali," ujar Irfan.

Terpopuler