Turgo di Kaki Merapi Jadi Desa Wisata, Siap Sabut Wisatawan Selama Lebaran

Red: Siwi Tri Puji B

Senin 29 Aug 2011 08:41 WIB

Sejumlah warga membersihkan sisa timbunan material vulkanik yang mengendap di jalanan dan selokan kawasan lereng Merapi. Foto: Antara/Anis Efizudin Sejumlah warga membersihkan sisa timbunan material vulkanik yang mengendap di jalanan dan selokan kawasan lereng Merapi.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Desa Wisata Turgo di Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada musim liburan Lebaran 2011 ini siap menyambut wisatawan yang ingin menikmati keindahan suasana alam lereng Gunung Merapi.

"Desa Wisata Turgo menyajikan keindahan alam pedesaan kawasan perbukitan lereng Gunung Merapi yang berhawa sejuk dengan hamparan kebun teh dan kopi yang dibudidayakan warga. Wisatawan dapat ikut dalam aktivitas mulai dari memetik pucuk daun teh hingga mengolahnya menjadi siap minum," kata pengelola Desa Wisata Turgo Triyanto, Senin.

Menurut dia, wisatawan akan berbaur dalam aktivitas masyarakat setempat serta dilibatkan langsung dalam membuat teh dan kopi khas Merapi secara tradisional dengan citarasa asli Turgo di rumah-rumah penduduk setempat.

"Wisatawan dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan minuman khas yang telah menjadi komoditas andalan desa kami, mulai dari memetik hingga siap saji karena kebun teh maupun kopi berada di sekitar rumah penduduk," katanya.

Ia mengatakan, selain itu, wisatawan yang datang ke Wisata Turgo juga dapat menikmati wisata terkking untuk menikmati panorama indah kawasan lereng Merapi serta flora dan fauna yang hidup di kawasan ini.

"Kami juga menyiapkan sejumlah pemandu yang siap membantu mendampingi wisatawan. Selama ini juga banyak wisatawan yang juga berziarah di petilasan makam Syekh Jumadil Kubro di Puncak Bukit Turgo," katanya.

Triyanto mengatakan, potensi lain sebagai desa wisata terdapat pula area berkemah, paket wisata memerah susu sapi. "Sedangkan kuliner khas warga Turgo ini adalah sayur enthik atau ubi talas yang memiliki cita rasa khas lereng Merapi," katanya.

Ia mengatakan, untuk hiburan seni budaya tradisional yang ada di Turgo adalah kesenian "jathilan" ataun kuda lumping yang siap dimainkan setiap saat sesuai permintaan.

"Menyaksikan panorama keindahan alam Desa Wisata Turgo belum lengkap bila tidak menikmatinya melalui gardu pandang. Dari gardu pandang ini wisatawan dapat melihat lebih jelas panorama Bukit Turgo dan hamparan wilayah Desa Turgo yang pernah dilanda awan panas erupsi Merapi 1994," katanya.

Selain paket menginap di rumah-rumah penduduk, Desa Wisata Turgo ini juga melayani paket satu hari tanpa menginap dengan sajian yang sama.

Tag :

Terpopuler